Timor Leste Sekarang

17 03 2010

Timor Leste Sekarang

Policia-de-Timor-Leste-SPECIAL

Policia-de-Timor-Leste-SPECIAL

F-FDTL-Latihan-Rutin-Untuk-Penjagaan-Perbatasan

F-FDTL-Latihan-Rutin-Untuk-Penjagaan-Perbatasan

F-FDTL-Latihan-Rutin-Untuk-Penjagaan-Perbatasan2

F-FDTL-Latihan-Rutin-Untuk-Penjagaan-Perbatasan2

Setelah mengalami keterpurukan ekonomi pada tahun 1999, ketika militer Indonesia dan milisi – milisi bersenjata pro-integrasinya melakukan
pembunuhan dan pembakaran massal di Timor Leste, meninngalkan Timor Leste kembali ke EKONOMI ZERO dan serta membuat Timor Leste menjadi kota mati dan hangus terbakar seperti abu. Rumah rakyat, binatang peliharaan rakyat, bangunan yang mereka klaim telah mereka bangun, sekolah – sekolah dan fasilitas umum dibakar oleh TNI dan milisi – milisi bersenjata bentukan TNI. Mereka memaksa rakyat untuk mengungsi ke Timor Barat agar seolah – olah mengatakan kepada dunia Internasional
bahwa telah terjadi perang saudara lagi, padahal TNI dan Milisi2 pro integrasinya yang menjarah harta rakyat kecil dan membawanya ke Timor Barat, bukan saja itu para milisi – milisi tersebut dan tuan – tuanya juga
ikut serta mencuri dan membawa kendaraan – kendaraan PBB ke Timor Barat.

F-FDTL (FALINTIL-Forca Defeza de Timor Leste)

F-FDTL (FALINTIL-Forca Defeza de Timor Leste)

Tentara-Pendukung-Portugal-di-Timor-Leste

Tentara-Pendukung-Portugal-di-Timor-Leste

upacara-pemerintahan-timor-leste

upacara-pemerintahan-timor-leste

Satu-Dari-Orang-Timor-Leste-Yang-Menjadi-Tentara-Australia

Satu-Dari-Orang-Timor-Leste-Yang-Menjadi-Tentara-Australia

f-fdtl-dilatih-tentara-australia

Bearing Check. East Timor Military member Lieutenant Xisto Da Cruz checks his estimated bearing calculation via a compass under the supervision of NORFORCE instructor WO2 Lee Symonds during an introduction to navigation and survival training at the Kangaroo Flats Training Area in the Northern Territory.

Panglima-F-FDTL-Di-Markas-Besar-Militer-Portugal

Panglima-F-FDTL-Di-Markas-Besar-Militer-Portugal

Apel-Pagi-F-FDTL-Timor-Leste

Apel-Pagi-F-FDTL-Timor-Leste

FDTL-Memggunakan-Seragam-Militer-Portrugal

FDTL-Memggunakan-Seragam-Militer-Portrugal

Timor Leste ditinggalkan dalam keadaan gelap gulita, rumah semua rakyat dibakar dan dihanguskan hingga rata dengan tanah. Fasilitas umum dan perkantoran ynag Indonesia bangun selama 24 tahun dihancurkan semua termasuk yang bukan mereka bangun.

Policia-Nacional-de-Timor-Leste2

Policia-Nacional-de-Timor-Leste2

Polisi-Anti-Huru-Hara-Timor-Leste

Polisi-Anti-Huru-Hara-Timor-Leste

Policia-Anti-Huru-Hara-TiLes

Policia-Anti-Huru-Hara-TiLes

Policia-Nacional-de-Timor-Leste-Servir-Povo

Policia-Nacional-de-Timor-Leste-Servir-Povo

Komandan Policia-Nacional-de Timor Leste

Komandan Policia-Nacional-de Timor Leste

East Timor Brazil

East Timorese President Jose Ramos-Horta, center left, speaks with his counterpart from Brazil Luiz Inacio Lula da Silva, center right, upon his arrival in Dili, the capital of East Timor Friday, July 11, 2008.(AP Photo/JH)

Persatuan-Negara2-Berbahasa-Portugis

Persatuan-Negara2-Berbahasa-Portugis

Meninggalkan Timor Leste seperti kota hantu. Tapi sampai hari ini banyak kalangan di Indonesia yang mengatakan mereka telah membangun Timor Leste tapi KENYATAAN-nya tidak demikian, mereka kebanyakan seperti kompor meledak dan berlomba – lomba mengatakan telah membangun Timor – Timur padahal mereka hancurkan semu ayang telah mereka bangun selama 24 tahun, dan meninggalkan Timor – Timur pada tahun 1999 dalam keadaan RUSAK SANGAT PARAH.
Banyak rakyat Indonesia yang tidak tahu akan hal ini, karena mereka juga dibohongi, ditutup – tutupi dan iku – ikutan tidak syka kepada Timor Leste, tapi mereka hanya tidak tahu dan kurang informasi, jikalau mereka tahu yang sebenarnya saya YAKIN mereka
pasti mendukung Timor Leste, tapi biarkan saja waktu yang akan bercerita dan biarkan saja kebenaran – kebenaran pasti suatu sast akan muncul ke permukaan dan semua orang akan tahu.

F-FDTL-Dilatih-Tentara-Australia

F-FDTL-Dilatih-Tentara-Australia

Memasuki tahun 2000, rakyat Timor Leste mulai bangkit dan menata kembali hidup mereka, PERLAHAN – LAHAN TAPI PASTI mulai membenahi diri. Pembangkit listrik dipasang lagi oleh PBB dan fasilitas umum disediakanlagi, dimana sampai detik ini Pendidikan dan Kesehatan digratiskan untuk semua rakyat Timor Leste. Ekonomi Timor Leste yang pada tahun 1999 ZERO kini mulai tumbuh lagi.

God Bless Timor Leste.





MARI MELIHAT SISI POSITIFNYA!!!!

11 03 2010

Berbicara mengenai sejarah Timor Leste dan Indonesia maka tidak akan terlepas dari EMOSI dan SAKIT HATI, mengingat masa – masa
kelam tersebut semakin membesarkan SAKIT HATI tersebut.

Persahabatan PM TiLES dan Presiden INDONESIA

Persahabatan PM TiLES dan Presiden INDONESIA

Tetapi kalau berbicara mengenai Masakan dan lagu – lagu dari Indonesia, wah saya tidak dapat menyangkal kehebatanya.

Perdana-Menteri-TiLes-dan-Panglima-TNI

Perdana-Menteri-TiLes-dan-Panglima-TNI

Saya sangat mengagumi penyanyi senior Indonesia “Iwan Fals”, lagu – lagu beliau sangat menyenangkan di telingga saya. Disamping
itu, group band seperti Peter-Pan, Gigi, Slank, Jamrud, Boomerang dan Dewa juga menjadi favorit saya.

Presiden Timor Leste dan Presiden RI

Presiden Timor Leste dan Presiden RI

Masakan Padang adalah favorit saya, daging rendangnya yang sangat gurih, ditambah lagi minuman es-cendolnya..wah..bersahabat banget.
Setiap hari minggu, rumah makan Padang selalu menjadi tempat tujuan saya di Dili, Timor Leste tersebut.

Presiden Timor Leste dan Presiden RI-3

Presiden Timor Leste dan Presiden RI-3

Jujur saja, masyarakat WN Indonesia yang bermukim di Timor Leste khusunya di Dili (sekitar 5000an), sangatlah bersahabat. Dibanding masyarakat dari negara lain, masyarakat Timor Leste sangat dekat dengan orang – orang Indonesia yang
bermukim di Timor Leste. Mereka terlihat seperti tidak asing bagi satu sama lain. Anda dapat menemukanya bila anda berkunjung ke Timor Leste. Karena rakyat Indonesia dan rakyat Timor Leste pernah hidup dibawah satu atap
yaitu Indonesia.

Untuk kedepanya, semoga rakyat Timor Leste dan rakyat Indonesia dapat hidup berdampingan sebagai negara tetangga
yang paling dekat secara damai, saling menghormati dan saling MEMAAFKAN.

Deus Abencoei Timor Leste





Timor Leste (DILI) Pada Tahun 1972 – 1975

9 03 2010

Pasar-di-Timor-Leste-1972

Pasar-di-Timor-Leste-1972

Kapal-Laut-Timor-Leste-peninggalan-Portugal-hilang-setelah-invansi-Indonesia

Kapal-Laut-Timor-Leste-peninggalan-Portugal-hilang-setelah-invansi-Indonesia
Pasukan Portugal di depan Kantor Pemerintahan Portugis-Timor-1972

Pasukan Portugal di depan Kantor Pemerintahan Portugis-Timor-1972

Timor-Leste-1975-Bersih-Ala-Portugal5

Timor-Leste-1975-Bersih-Ala-Portugal5

Timor-Leste-1975-Bersih-Ala-Portugal2-rakyat berjalan-di-aspal.

Timor-Leste-1975-Bersih-Ala-Portugal2-rakyat berjalan-di-aspal.




UUD TIMOR LESTE

8 03 2010

Dalam terjemahan tidak resmi yang didapat adalah sebagai berikut:

Lambang Negara TILES

Lambang Negara TILES

Setelah pembebasan Rakyat Timor Leste dari penjajahan dan pendudukan yang tidak
sah atas Tanah Air Maubere oleh kekuatan asing, kemerdekaan Timor Leste, yang
diproklamirkan oleh Front Revolusioner Timor Leste Merdeka (FRETILIN) pada
tanggal 28 November 1975, diakui secara internasional pada tanggal 20 Mei 2002.

Perancangan dan pengesahan Undang-undang Dasar Republik Demokratis
Timor Leste merupakan puncak dari perlawanan rakyat Timor Leste yang berlangsung
berabad-abad, yang ditingkatkan setelah penyerbuan pada tanggal 7 Desember 1975.

Perjuangan melawan musuh, yang pada awalnya di bawah kepemimpinan
FRETILIN, diperluas menjadi bentuk-bentuk keikutsertaan politik yang menyeluruh,
hususnya setelah pembentukan Dewan Nasional Perlawanan Maubere (CNRM) pada
tahun 1987 dan Dewan Nasional Perlawanan Rakyat Timor (CNRT) pada tahun 1998.

Perlawanan tersebut terbagi dalam tiga front.

Front BERSENJATA diperjuangkan oleh Angkatan Bersenjata Pembebasan Nasional
Timor Leste (FALINTIL) yang jaya yang mana upaya-upayanya yang bersejarah patut
dipuji.

Aksi-aksi front CLANDESTINE yang secara jitu dilaksanakan di wilayah pendudukan
musuh, melibatkan pengorbanan beribu-ribu nyawa baik perempuan maupun lelaki,
khususnya pemuda-pemudi, yang berjuang tanpa pamrih, demi kebebasan dan
kemerdekaan.

Front DIPLOMATIK yang dilaksanakan sekaligus di seluruh penjuru dunia,
memungkinkan terbukanya jalan untuk pembebasan yang nyata.
Dari sisi BUDAYA dan kemanusiaan, Gereja Katolik di Timor Leste selalu mampu
menanggung, secara bermartabat, penderitaan seluruh Rakyat, membela mereka dalam
rangka mempertahankan hak-hak asasi mereka.

Akhirnya, UUD ini merupakan suatu penghargaan ikhlas bagi semua martir
Tanah Air. Dengan demikian, para Anggota Majelis Konstituante, sebagai wakil-wakil
rakyat yang sah, yang dipilih pada tanggal 30 Agustus 2001.
Berdasarkan lebih lanjut pada hasil jajak pendapat pada tanggal 30 Agustus
1999 yang dilaksanakan di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang
menegaskan tekad SELURUH RAKYAT untuk meraih kemerdekaan.

Sadar sepenuhnya bahwa perlu membangun suatu budaya demokratis dan
kelembagaan yang sesuai untuk suatu Negara Hukum, di mana penghormatan bagi UUD
dan bagi lembaga-lembaga yang terpilih secara demokratis, merupakan landasan yang
tidak dapat dipertanyakan. Dengan menafsirkan perasaan mendalam, cita-cita dan kepercayaan pada Tuhan dari rakyat Timor Leste;

Dengan sungguh-sungguh menegaskan kembali tekadnya untuk melawan segala
bentuk tirani, penindasan, penguasaan dan pemisahan sosial, budaya dan keagamaan,
untuk mempertahankan kemerdekaan nasional, menghormati dan menjamin hak-hak
asasi manusia dan hak-hak asasi warga negara, untuk menjamin asas pemisahan
kekuasaan dalam penataan Negara, dan untuk menetapkan aturan-aturan inti yang
mendasar dari demokrasi multi-partai, dengan tujuan untuk membangun suatu negara
yang adil dan makmur dan mengembangkan masyarakat yang bersatu dan bersahabat.

Majelis Konstituante, dalam sidang paripurna pada tanggal 22 Maret 2002,
mengesahkan dan menetapkan Undang-undang Dasar Republik Demokratis Timor
Leste sebagai berikut:

<bersambung>…

Secara garis besar, UUD Republica Democratica de Timor Leste (RDTL) terdiri dari 7 bagian dan 170 pasal.





Mengapa Angkatan Bersenjata Timor Leste di Bentuk????

22 02 2010
Marinir-Timor-Leste-Sedang-Dilatih-Oleh-Tentara-Amerika

Marinir-Timor-Leste-Sedang-Dilatih-Oleh-Tentara-Amerika

Melihat kembali ke masa lalu Timor Leste ketika dibawah Penjajahan Indonesia, para pemimpin Timor Leste di dalam dan Luar Negeri, telah menyepakati bahwa Bila Timor Leste merdeka maka, Timor Leste akan berdiri dan menjadi sebuah negara sendiri TANPA TENTARA DAN HANYA POLISI. Draft pembentukan sebuah negara TANPA TENTARA tersebut telah disetujui oleh segenap lapisan pemimpin perlawanan Timor Leste termasuk USKUP BELO PEMIMPIN SPIRITUAL UMAT KATOLIk TIMOR LESTE. Negara TANPA TENTARA tersebut merupakan draft pemerintahan yang telah SEMPURNA.KARENA mereka beranggapan bahwa TENTARA hanya akan mengkonsumsi banyak ANGGARAN NEGARA padahal Zaman MILENIUM merupakan jaman dimana orang – orang mengejar PEREKONOMIAN dan bukan PERANG ANTAR NEGARA melainkan melalui jalan DIALOG dan DIPLOMASI dan MENGHINDARI PERANG. Perang hanya akan membawa bencana dan negara lain yang mendukung perang tersebut justru akan semakin KUAT. Akan tetapi rencana pemerintahan sebuah negara Timor Leste TANPA TENTARA tersebut dirubah pada awal tahun 1999 ketika Militer Indonesia membentuk MILISI PRO INDONESIA dalam REFERENDUM pada tahun 1999. Mengingat bahwa bila nantinya Timor Leste merdeka maka para MILISI BENTUKAN TNI tersebut dapat sewaktu – waktu mengancam kedaulatan negara Timor Leste maka, para pemimpin Timor Leste mengubah rencana yang sebelumnya tanpa TENTARA menjadi negara dengan ANGKATAN BERSENJATA.

Timor-Leste-2009

Timor-Leste-2009

Timor-Leste-2010

Timor-Leste-2010

Krisis 2006 Timor Leste, Ada Campur Tangan Australia.

Pemerintah Terpilih Timor Leste yaitu melalui pemilihan langsung oleh rakyat Timor Leste pertama kali setelah merdeka dilakukan pada tahun 2002. Pada tahun 2002, rakyat Timor Leste secara langsung memilih seorang presiden.Pada pemilihan berikutnya rakyat Timor Leste memilih partai FRETILIN dan hingga partai tersebut hampir memenangkan 100% pemilihan umum Timor Leste tahun 2002 tersebut.

Partai FRETILIN kemudian memilih MARI BIN AMUDE ALKATIRI (seorang MUSLIM) yang pada tahun 1975 sudah menjabat sebagai sekretaris jenderal FRETILIN menjadi PERDANA MENTERI pertama Timor Leste yang dalam sejarah dunia merupakan satu – satunya seorang MUSLIM yang memimpin negara dengan mayoritas penduduk yang beragama KATOLIK. Negara – negara di PBB pun hampir tak percaya dengan keadaan tersebut, akan tetapi itulah realitas di Timor Leste. Agama tidak mengurus pemerintahan, dan TOLERANSI antar umat beragama di Timor Leste merupakan sebuah contoh yang SANGAT BAGUS dan PATUT untuk diteladani. Pada tahun 2005 mendekati periode akhir pemerintahan FRETILIN,terjadi aksi mengulingkan PEMERINTAHAN SAH FRETILIN. Belakangan baru diketahui bahwa Para demonstran ternyata di bantu oleh KEDUTAAN BESAR AMERIKA SERIKAT dan Australia di DILI. Pada tahun 2005 tersebut, hampir saja pemerintahan FRETILIN digulingkan.

Timor-Leste-Menjadi-Anggota-PBB-yang-ke-191

Timor-Leste-Menjadi-Anggota-PBB-yang-ke-191

Seminggu setelah demonstrasi tersebut terkuak bahwa, dua orang INTELIJEN AUSTRALIA menemui Uskup DIOSES DIli dan BAUCAU uskup Rikardo dan Uskup Basilio untuk membicarakn KUDETA MILITER (skenarionya akan disamakan dengan G30-SPKI Indonesia) dimana para veteran dan jenderal justru akan dibantai. Kedua Uskup tersebut ternyata membawa Intelijen AUSTRALIA menuju ke markas MILITER TIMOR LESTE untuk menemui JENDERAL TAUR MATAN RUAK. Pada saat pertemuan, Intelijen atau AGEN ASUTRALIA tersebut mendorong Jenderal TAur Matan RUAK untuk melakukan kudeta MILITER guna menjatuhkan MARI BIN AMUDI ALKATIRI (seorang muslim) dan perdana menteri pertama Timor Leste tersebut. FRETILIn dan Mari Bin AMUDI ALKATIRI yang sangat disegani oleh ASUTRALIA untuk tetap berkuasa. AMERIKA tidak menyukai MARI ALKATIRI karena disamping sebagai seorang muslim juga MENOLAK permintaan AMERIKA untuk membeli sebuah pulau di TIMOR LESTE untuk dijadikan sebagai pangkalan MILITER AMERIKA di kawasan Asia Tenggara untuk memonitor INDONESIA, CHINA, VIETNAM dan KAMBOJA.

Tentara-Rekrutan-Baru-Timor-Leste-2010.

Tentara-Rekrutan-Baru-Timor-Leste-2010.

Belakangan diketahui bahwa Dasar Pulau tersebut ternyata sangat bagus untuk pelabuhan KAPAL SELAM AMERIKA BERUKURUAN RAKSASA dan juga Pulau tersebut memiliki URANIUM. Jenderal Taur Matan RUAK menolak dengan alasan Tidak Ingin Membuat Rakyat Timor Leste menderita lagi karena perang. Ketika hal ini terkuak, banyak rakyat Timor Leste mersaa prihatin dengan sikap uskup dan gereja katolik yang mendukung Intelijen AUSTRALIA tersebut. Mengapa ASU-TRALIA sangat membenci MARI ALKATIRI???? Jawabanya adalah Mari Bin AMUDI ALKATIRI adalah seorang MUSLIM, dan juga sebagai pembuat kebijakan – kebijakan yang justru membatasi gerak para investor Australia dan Barat untuk tidak memiliki atau membeli tanah di Timor Leste. Mari ALkatiri menetapkan Undang – Undang dimana mengatakan bahwa ORANg ASING dilarang memiliki TANAH di Timor Leste kecuali hanya MENGONTRAK hal ini memang sangat relevan dengan Timor Leste dimana negara Timor Leste adalah negara yang kecil, bila para investor barat dan Australia memiliki hak atas tanah di Timor Leste maka kemanakah rakyat Timor Leste akan pergi???? ASUTRALIA JUGA Sangat MENGINCAR KEUNTUNGAN Di TIMOR GAP dan ingin secara TAMAK menguasai LADANg MINYAK tersebut. Rakyat Timor Leste sangat menghormati MARI ALKATIRI dan memandang MARI ALKATIRI sebagai seorang sosok sejati yang mewakili orang Timor Leste dan bukan PENJILAT dan bukan budak atas KEINGINAN negara – negara barat, dan merupakan seorang negosiator yang ulung. Xanana Gusmao dan Ramos Horta masih mendengarkan dan menuruti Semua manusia adalah sama dan memiliki keinginan yang sama yaitu HIDUP BERKECUKUPAN dan TENANG dan bukan PERANG. Tapi ternyata KRISIS di Timor Leste pada tahun 2006 dibawa oleh AUSTRALIA.

Terima Kasih.

Pasukan-Adat-Timor-Leste-2009

Pasukan-Adat-Timor-Leste-2009

God Bless Timor Leste dan God Bless Orang – Orang Timor Leste Yang Memilih Menjadi Warga Negara indonesia, jika kalian tidak kembali ke Timor Leste biarkanlah Anak- Anak kalian mengunjungi Timor Leste. Kalian masih memiliki saudara – saudara di Timor Leste dan rumah di Timor Leste. AKAR dan ASAL kalian adalah Timor Leste negara yang memiliki ADAT ISTIADAT yang kuat. Bila saat kalian meninggalkan Timor Leste pada tahun 1999 kalian tidak mengucapkan kata – kata kotor kepada TANAH LELUHUR TIMOR LESTE, maka kalian tidak akan kenapa – kenapa saat menginjak TANAH LELUHUR TIMOR LESTE, akan tetapi bila kalian berbuat sebaliknya maka biarkanlah anak – anak kalian saja yang mengunjungi Timor Leste.

Galleries: Polisi dan Tentara Timor Leste (Peace Movement):

Polisi -Lalu-LintasTimor-Leste

Polisi -Lalu-LintasTimor-Leste





Penentang Rezim Orde Baru Indonesia

23 01 2010

Penentang Rezim Orde Baru Indonesia

Mahasiswa Timor - Timur Mengelar Demonstrasi Depan DEPLU INdonesia di JKT-1996

Mahasiswa Timor - Timur Mengelar Demonstrasi Depan DEPLU INdonesia di JKT-1996

Timor Leste adalah salah satu faktor penentu runtuhnya rezim dikatator Soeharto di indonesia. Kasus penjajahan negara
Timor Leste oleh Indonesia merupakan agenda pertama di dunia Internasinlal yang sering dilontarkan kepada indonesia, mulai dari kritikan kepada menteri luar negeri Indonesia yang melakukan kunjungan luar negeri hingga berbagai media asing yang menggabarkan berita pendudukan tersebut.

Mahasiswa Timor - Timur Mengelar Demonstrasi Depan DEPLU INdonesia di JKT-1996

Mahasiswa Timor - Timur Mengelar Demonstrasi Depan DEPLU INdonesia di JKT-1996

Pada zaman orde baru dimana kediktatoran Soeharto menutup jalan bagi kebebasan berekspresi dan berpendapat mengakibatkan banyak pemikir muda di negeri Indonesia tidak dapat menyalurkan aspirasinya seperti hari ini. Semua media dikontrol dan setiap penayangan di televisi di sensor.
Pasa saat itu segala bentuk DEMONSTRASI di larang oleh pemerintah dan tidak ada yang berani dengan kekuasaan Soeharto.

Ketika tidak ada seorangpun yang berani melakukan demonstrasi, mahsiswa Timor – Timur sejawa – Bali memberanikan diri untuk melalukan demonstrasi. Pada tahun 1993 – 1997 Mahasiswa Timor Timur melaksanankan aksi demonstrasinya.
Aksi demonstrasinya dilakukan di berbagai pusat kota di Jakarta.

Aksi demonstrasi para mahasiswa Timor Timur tersebut mendapat banyak dukungan dari berbagai pihak di Indonesia yang menentang rezim dikator Soeharto tersebut. Demonstrsi tersebut dilakukan secara damai  dan para demonstran Timor – Timur seperti di Bundaran Hi pada tahun 1996 dikepung oleh tentara dan polisi Indonesia dengan senjata lengkap, para demonstran di tangkap, dipenjara dan ada yang dibunuh. Para demonstran Timor – Timur membawa bendera Timor – Timur waktu itu dan berbagai spanduk yang merupkan titipan dari bebrapa orang Indonesia anti OrBa juga dibentangkan yang mana banyak diantranya bertuliskan Lepaskan Timor – Timur Melalui Jalan Referendum, Usut Tuntas Pelanggran HAM di Timor – Timur, Aceh dan Papua dan Pulihkan Demokrasi.

Dalam rentang tahun tersebut, demonstrasi seirngkali dilakukan oleh Para Mahasiswa Timor – Timur, dan seperti biasa mereka sering diteror oleh para tentara dan polisi pada waktu itu. Tentara – tentara tersebut melakukan aksi dorong dan pamer otot dengan para demosntran, dimana para demosntran juga menantang tentara – tentara tersebut dengan kata – kata berikut: “Tembak disini kalau berani” sambil menunjukan dadanya kepada para tentara tersebut. Dan sering kali juga para demonstran yang sebagian besar juga berotot mengjakan para tentara untuk berduel tanpa senjata, dan para tentara dan polisi tersebut menatap mereka seolah ingin membunuh mereka. Dan itu yang terjadi, para mahasiswa dibawah ke suatu lorong di Jakarta dibawah tanah dimana para mahasiswa tersebut dimasukan dan menurut beberapa inteljen timor – Timur yang bekerja pada militer Indonesia mengatakan bahwa perintah tersebut datang dari Prabowo, akan tetapi karena beberapa mahasiswa tersebut yang kabur sewaktu kabur menginformasikan kepada Palang Merah Indonesia, maka para mahasiswa akhirnya dibebaskan.

Runtuhnya orde baru juga karena masalah Timor – Timur, karena tekanan luar negeri yang sangat banyak sehingga membuat para diplomat inodnesia sering dilecehkan oleh para aktivis HAM dunia. Para aktivis HAM dunia tersebut rata – rata dihuni oleh orang – orang Timor – Timur yang hidup di pengasingan karena invansi Indonesia seperti di Inggris, Amerika, Portugal dan beberapa negara di Eropa.

Akan tetapi setelah orde baru runtuh, media – media sekarang di Indonesia sekarang justru semakin out of control, para reporter dan presenter yang dulunya tidak perbah tamnpak sekarang TAMPAK layaknya Pahlawan. Mereka sering menyamaikan berita yang kontroversial dimana mengundang ketidakstabilan dalam negeri indonesia, dan apalagi kalau seputar Masalah dan Krisis Timor Leste, maka para media tersebut bahu – membahu dan penuh semangat yang berapi- api memberitakan berita seputar Timor Leste yang dikarang – karang. Kasus desersi Militer di Timor Leste pada tahun 2006 misalnya, beberapa media Indoensai bahkan mengembor – gemborkan krisis tersebut seolah – olah ingin Menyampaikan Kepada Rakyat Indoensia bahwa “Beginilah Akibat merdeka”, padahal mereka lupa atau memang TDAK TAHU bahwa Indoensia setelah merdeka pada tahun 1945 juga mengalami banyak maslaah dan krisis, ataukah mereka tidak pernah tahu bahwa Timor – Timur diajjah oleh Indonesia pada tahun 1975 dan bukan 1960an ataupun 1940an….KACANG LUPA KULIT???? Ya tentu….

Penulis ingin menyampaikan bahwa semangat demokrasi dan kebebasan ber-expresi hendaknya diisi dengan berbagai kegiatan pers yang bertujuan untuk menyatukan rakyat dimana saja di seluruh negera di dunia, dan tidak menggabarkan berita – berita bohong seperti yang dilakukan Pemerintah Amerika dan Media Amerika akan kebohongan kepemilikan senjata chemical dan biological di Irak, dan akhirnya masyarakat internasional percaya dengan Rezim george Bush tersebut dan ikut ikutan mendukung INVANSI AS atas IRAK, ironisnya rakyat AS juga percaya. Sampai kini juga isu TERORISME yang dibuat Amerika membawa Amerika menduduki Afghanistan…Begitulah rezim ORDE BARU Pimpinan SOEHARTO dulu, yang mana sebagian besar Pimpinan Militernya merupakan anak didik Amerika dimana isu dan cara yang sama dipakai oleh Rezim Soeharto dan cara – cara tersebut hingga kini masih banyak diaplikasikan oleh beberapa media Indonesia untuk memberitakan KEBOHONGAN seputar Timor – Leste.

“God Bless Timor Leste”





Perjuangan Timor Leste dan Status Timor Leste Pada Tahun 1975

21 01 2010

Perjuangan Timor Leste dan Status Timor Leste Pada Tahun 1975

Militer Timor Leste 2010

Militer Timor Leste 2010

Angkatan Darat Timor Leste 2010

Angkatan Darat Timor Leste 2010

Forca Timor Leste

Forca Timor Leste

Pengusiran Indonesia dari tanah Timor Leste meminta banyak korban nyawa dari pemuda – pemudi Timor Leste dari saat Indonesia menjajah Timor Leste
pada tahun 1975. Mulai dari tahun itu Indonesia berusaha menundukan para pejuang Timor Leste yang sering dicap oleh tentara Indonesia sebagai Gerakan Pengacau Keamanan (GPK). Militer Indonesia menduga bahwa mereka bisa mematahkan perlawanan pejuang – pejuang TL tapi mereka salah total. Militer Indonesia mengira mereka bisa menundukan tentara – tentara FRETILIN dan milisi FRETILIN dengan mudah seperti yang mereka lakukan pada saat menumbangkan PERMESTA dan PRRI tapi mereka salah lagi karena tentara FRETILIN adalah para pejuang gigih dengan taktik perang yang ampuh juga meski tidak memiliki peralatan yang canggih seperti Indonesia pada saat menyerang dan menduduki negara kecil Timor Leste pada tahun 1975. Sekalipun Prabowo dengan pasukan khsusunya (KOPASUS) ingin menjajal kemampuan perang para tentara FRETILIN yang mengakibatkan kedua belah pihak berperang selama 12 jam dan jatuh banyak korban di kedua belah pihak. Tentara FRETILIN menggunakan senjata – senjata kuno peninggalan PORTUGIS, parang serta senjata – senjata modern rebutan dari tentara – tentara Indoensia yang ditembak mati. Perang tersebut berlangsung di daerah LOSPALOS bagian paling timur pulau Timor. Setelah berperang selama 12 jam, pasukan PRABOWO pun mundur dan meninggalkan banyak prajuritnya yang tewas tergeletak tak bernyawa. Dari pihak tentara FRETILIN yang dikomandoi oleh KORONEL LERE ANANG TIMOR juga jatuh korban. Perang yang sangat lama dan bersejarah bagi militer Indonesia untuk menumpas sebuah perlawanan. Korban di kedua belah pihak telah meninggalkan banyak janda dan anak – anak yatim. Mungkin kata cukup sudah adalah pilihan kata yang terbaik bagi kedua negara.

Pahlawan Timor Leste

Pahlawan Timor Leste

Heroi de Timor Leste, voces sempre connosco!!!

Heroi de Timor Leste, voces sempre connosco!!!

Hidup Xanana, Ramos Horta, Alkatiri dan Bishop Belo!!!! Kami cinta kalian

Hidup Xanana, Ramos Horta, Alkatiri dan Bishop Belo!!!! Kami cinta kalian

Timor Leste dan Indoensia bagaimana pun juga pernah mengalami penjajahan, Indonesi dijajah oleh dua negara Belanda dan Jepang, dan Timor Leste djajah oleh 3 negara (Portugal, Jepan dan Indoensia) dan mungkin rakyat Indonesia telah mengalami betapa kejamnya saat – saat penjajahan begitupun dengan rakyat Timor Leste.

Kesepakatan kedua negara Timor Leste dan Indonesia untuk melupakan masa lalu dan lebih melihat ke depan memang mengundang banyak pro kontra. Dipihak Indonesia para korban operasi seroja dan lain sebagainya sakit hati menerima kata “Melupakan Masa Lalu” dan begitu juga di Timor Leste, para korban perang pada saat diduduki oleh Indoensia juga mendesak keadilan, pertanyaanya bagaimana semuanya ini akan berakhir??? Disaat negara – negara lain berupaya untuk memejukan bangsanya justru para korban meminta keadilan??? Sedangkan negara – negara maju sahabat seperti Australia dan Malaysia  terus berupaya membuat REKONSILIASI kedua negera Indonesai dan Timor Leste menjadi terhambat. Apa maksud mereka menghambat REKONSILIASI kedua negara yang pernah hidup dalam satu atap???

Semua orang memang tidak pernah suka ditekan, jadi seperti layaknya sebuah negara tidak ingin ditekan dan tidak ingin dihina oleh bangsa lain manapun di dunia karena manusia pada hakekatnya adalah sama yaitu sejak lahir telanjang dan tidak mengenakan atribut apapun seprti sekarang (atribut agama dan negara) semua makluk
diciptakan oleh Tuhan dan manusia yang menciptakan agama dan negara.

Yang penting saat ini adalah kedua negara saling mengampuni dan bekerja sama dalam mensejahterakan masing – masing rakyatnya. Bagaimana pun juga orang – orang Timor Leste (penduduk asli yang memilih untuk tetap bergabung dengan negara kesatuan republik Indonesia) pun banyak menetap di Indonesia begitupulah dengan banyak orang – orang Indonesia yang memilih untuk tetap tinggal dan menjadi warga negara Timor Leste pun banyak. Jadi dengan adanya faktor ini dan faktor lainya kedua negara pada dasarnya sudah bisa saling memaafkan dan melupakan masa lalu, berusahalah untuk melihat ke masa depan dan lebih fokus pada mereka yang masih hidup, karena mereka yang masih hiduplah yang semestinya menjadi sesuatu yang perlu dipusingkan dan bukan masa lalu yang dipusingkan.

Banyak orang – orang Indonesia yang merasa sangat bangga dengan negaranya, begitu juga dengan orang – orang Timor Leste yang sangat bangga dengan negaranya. Banyak masyarakat Indonesia yang tidak merelakan lepasnya Timor – Timur mungkin karena mereka tidak mengetahui sejarah yang original ketika Timor – Timur diintegrasikan ke dalam NKRI, mungkin dengan film dokumenter BALIBO mereka sudah bisa paham dan menerima maksud dari orang Timor Leste untuk berpisah dan melepaskan diri dari NKRI, mereka sudah bisa melupakan sejarah yang dibuat – buat oleh orde baru layaknya film – film G30S-PKI yang membohongi rakyat, begitupun juga dengan status Timor – Timur yang ditutupi oleh rezim orde baru yang mengklaim bahwa Timor – Timur adalah bagian dari wilayahnya dan telah membohongi lebih dari 200 juta rakyat Indonesia dari Aceh hingga Papua soal masalah Timor – Timur, kebanaykan dari mereka menceritakan sesuatu yang serba salah tentang Timor – Timur setelah mereka bertugas kesana, sungguh sesuatu yang sangat ironis, bagaimana bila hal demikian dibuat kepada anda????? Tentu anda akan merasa terhina di depan orang lain??? Padahal orang lain tersebut tidak tahu sebenarnya tentang akar persoalan tetapi dengan kebohongan tersebuit orang lain telah menggambarkan anda sebagai seseorang yang jelas – jelas menurut imajinasi sang pencerita tersebut, dan akhirnya imajinasi dan sosok anda tersebut menjadi kebenaran umum dan anda pun hidup dengan perasaan hina. Tetapi apa yang terjadi bila semua kebohongan tersebut terkuak??? dan kebenaran diangkat ke permukaan?? Apakah mereka yang telah membohongi anda adalah penyelamat dan pahlawan???? Ataukah anda ikut-ikutan menjadi korban dari kebohongan mereka akan sesuatu informasi rekayasa yang mereka buat – buat??? Dan bila kebenaran telah terkuak apakah sang pembohong bersedia mengatakan itulah versi benarnya?? ataukah tyerus – terus mencari alasan untuk membenarkan kebohonganya tersebut????

Kebanggan Semua Rakyat Timor Leste Adalah Hidup Lepas dan Merdeka!!!

Kebanggan Semua Rakyat Timor Leste Adalah Hidup Lepas dan Merdeka!!!

Film Balibo menceritakan kebenaran tentang rakyat Timor Leste dan status tanah Timor Leste, dimana Timor Leste telah menjadi sebuah negara pada tahun 1975 ketika Portugal memberikan kebebasan kepada negara – negara jajahanya untuk mendirikan negara sendiri dan dunia Internasional mengagumi Portugal, dan Indonesia dengan rezim orde barunya langsung mencaplok wilayah Timor Leste dan memasukanya dalam NKRI sungguh sesuatu yang SANGAT MEMALUKAN. Tetapi Indonesai tidak dengan tulus dan merelakan keinginan rakyat Timor Leste menjadi TRUE, itu karena kekuasaan sebuah rezim militer yaitu rezim Orde Baru pimpinan Soeharto yang ingin mencari pengalaman menjadi sebuah negara penjajah. Dan yang jelas rezim orde baru telah meninggalkan hutan negara yang sangat besar bagi generasi penerus bangsa Indonesia.

Ass,,wr,wb





FILM BALIBO BERDASARKAN KISAH NYATA

9 01 2010

FILM BALIBO BERDASARKAN KISAH NYATA


Pada tahun 1975, Portugal keluar dari Timor – Timur dan membangung pemerintahanya di Pulau Atauro diaman pulau tersebut hanya berjarak
25 kilometer dari Pulau Timor. Pada Tanggal 7 Desember 1975 Indonesia menginvansi ibu kota Dili sebuah negara miskin yang kecil.
Dengan senjata berartileri besar yang diberikan oleh Amerika dan dukungan dari Australia, Indonesia akhirnya menduduki ibu kota DIli
pada tahun 1975 dan pada masa pendudukan itu Dunia seolah menutup mata, dan Militer Indonesia secara membabi – buta membunuh dan mencuri
semua kendaraan serta membawa pulang para gadis keturunan Cina semuanya diangkut ke dalam perahu militer Indonesia. Mereka bukan hanya membunuh
tapi juga mencuri dari Timor Timur.

Selama pendudukan Indonesia pada tahun 1975 – 1999 banyak rakyat Timor Timur yang menderita dan dianiaya serta diisolasi dari dunia luar.
Kebanyakan rakyat Timor – Timur pada masa itu menjadi bodoh dan tidak bisa mengakses informasi dari luar negeri. Timor Timur dikucilkan dari dunia internasional
dan mereka menjadi sangat menderita.

Portugal tidak membantu rakyat Timor Timur ketika diserang oleh Indonesia, pasukan Australia yang dulu pada saat Jepang menginvasi/ menyerang ibu kota Dili
mengirim pasukan tempurnya ke Dili yang dibantu oleh rakyat Timor Timur dan mereka melupakan jasa orang – orang Timor Timur yang dulu telah membantu pasukan mereka
untuk bertempur melawan Jepang pada tahun 1940an di Timor Timur.

Perbatasan Indonesia dan Timor – Timur pada tahun 1975 ke bawah yaitu antara tahun 1515 – 1975 (awal bulan 1975) dijaga ketat oleh masing – masing negara,
akan tetapi pada akhir – akhir tahun 1975 indonesia menyerang masuk Timor Timur melalui Darat, Laut dan Udara. Pada pertempuran sebelumnya Indonesia yang merasa percaya
diri dengan pasukan daratnya menyerang duluan Timor Timur dengan senjata berat dan lengkap akan tetapi mereka
tidak bisa mengalahkan tentara Fretilin. Akhirnya Indonesia mengubah strategi penyeranganya dengan mengabungkan 3 angakatan perangya sekaligus. Yaitu Angkatan Darat, Angkatan Laut
dan Angkatan Udara. Pada awalnya sebelum penyerangan ke Timor Timor petinggi2 militer Indonesia sudah memutuskan hanya menginvasi Dili cukup dengan Angkatan Darat saja seperti yang mereka
lakukan pada saat merebut Irian Jaya dan penaklukan gerakan – gerakan perlawanan di Indonesia bagian lainya. Akan tetapi mereka salah, semangat juang tentara FRETILIN dengan senjata
ringan namun lincah dan memiliki nyali tempur yang tinggi berhasil memukul mundur angkatan darat Indonesia di perbatasan Indonesia – Timor Timur pada awal tahun 1975.

Berdasarkan kisah nyata di film BALIBO tersebut, semua sesi yang ditayangkan adalah benar dan sesuai dengan kenyataan. Apalagi kalau kisah – kisah nyata lainya di filemkan juga
seperti Pada tahun 1976 – 1999 sungguh banyak sekali jiwa yang melawan di tangan tentara Indonesia dan mayoritas korban adalah rakyat yang tidak bersenjata dan media Indonesia juga secara
tidak professioanal mendukung aksi brutal dan tidak manusiawi militer Indonesia dengan menyebarkan kabaar – kabar bohong mengenai TImor TImur bahkan sampai
Timor Timur sudah menjadi negara sendiri para media Indonesia selalu menyudutkan pemerintah TImor Leste, media Indonesia menayangkan dan menambahkan serta memanipulasi banyak berita seputar Timor Leste
di siaran – siaran mereka sehingga di DUnia Internasional mereka kurang dipercayai.

Dengan Film Balibo ini, diharapkan rakyat Indonesia bisa tahu bahwa Timor TImur bukanlah bagian dari Indonesia seperti yang dibohongi dan ditutupi oleh
pemerintah INdoensia sendiri. TImor – Timur dari sananya bukanlah Indonesia, Indonesia menjajah dan menduduki Timor Timur pada tahun 1975 seperti yang dikisahkan
dalam Film Balibo tersebut. Dengan film Balibo ini diharapkan dapat membuka mata batin rakyat Indonesia akan apa yang telah dilakukan oleh Militer Indonesia di Timor Timur antara
tahun 1975 – 1999 untuk mencari tahu seluk beluk dan pelanggran yang telah dilakukan oleh Militer Indonesia di Timor Timur.

Rakyat Timor – Timur akan sangat senang bila rakyat Indonesia mengetahui penderitaan selama bergabung dengan Indonesia. Akan tetapi rakyat Timor Timor sangatlah menghargai dan menghormati
rakyat Indonesia dan pemerintahan Indonesia, rakyat TImor TImur tahu bahwa Indonesia menyerang dan menduduki Timor TImur karena didukung oleh Amerika dan Australia yang merupakan sumber kapitalism dan
otak dari isu – isu terorisme di dunia.

Filem Balibo disatu pihak mengisahkan kisah nyata yang dialami oleh rakyat Timor Timur semasa invansi (penyerangan) yang dilakukan oleh Indonesia tetapi di lain pihak
Australia ingin membuat jalinan persahabatan Timor Leste dan Indonesia menjadi tidak baik. Australia ingin agar TImor Leste dan Indonesia tidak boleh
menjalin hubungan baik supaya kalau nantinya terjadi gejolak antara Timor Leste dan Indonesia, Australia akan bertindak sebagai seorang pahlawan untuk menyelesaikan kasus itu.
Jadi meskipun filem Balibo ditayangkan anggaplah ini merupakan sejarah yang diceritakan kembali. Untuk kedepanya Timor Leste dan Indonesia agar menjalin hubungan yang lebih baik.
Negara – negara yang tergabung dalam CPLP ( Persekutuan Negara – Negara Berbahasaa Portugis) juga mendukung Timor Leste untuk menjalin hubungan baik dengan Indonesia dimana Timor Leste merupakan
salah satu negara dari CPLP tersebut.

Terima Kasih.





DVD Bajakan ‘Balibo’ Beredar

8 01 2010

Fitraya Ramadhanny – detikNews


&amp;lt;a href=’http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=a59ecd1b&amp;amp;amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE’ target=’_blank’&amp;gt;&amp;lt;img src=’http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=24&amp;amp;amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;amp;amp;n=a59ecd1b’ border=’0′ alt=” /&amp;gt;&amp;lt;/a&amp;gt;

Jakarta – Pelarangan oleh Lembaga Sensor Film (LSF) terhadap pemutaran film “Balibo” malah memancing rasa penasaran masyarakat. Melihat potensi pasar ini, para pembajak DVD langsung menyergapnya dengan mengedarkan DVD bajakan film “Balibo”.

Berdasar pantauan detikcom, DVD bajakan film “Balibo” terlihat dipajang di beberapa dari puluhan lapak kaki lima pedagang DVD di seputaran Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (14/12/2009). Di covernya terpampang wajah Ramos Horta dan snapshot adegan film yang mengisahkan tewasnya lima orang jurnalis Australia dalam insiden Balibo di Timor Timur pada 1975.

“Orang kita kan semakin dilarang malah penasaran. Kita dapat dari pengecer besar,” ujar Angga (33), salah seorang penjual DVD bajakan.

Angga mengaku sudah sejak akhir pekan lalu dia dan hampir semua pedagang DVD bajakan di Pasar Minggu menjual DVD film Balibo. Tapi baru hari ini dia berani secara terang-terangan memajang DVD tersebut setelah selama tiga hari menjualnya secara sembunyi-sembunyi.

“Biasanya saya simpen, kalau ada yang tanya baru saya keluarkan. Kemarin laku delapan, semoga hari ini laku banyak,” harap bujangan ini.

Meski bajakan, tetapi kualitas DVD tersebut cukup baik. Gambar yang mucul di layar televisi kecil milik Agus terlihat cerah warnanya. Hanya caption terjemahan bahasa Indonesia yang terkesan asal-asalan dan dialog antara tentara Fretilin dengan Ramos Horta dalam bahasa Tetum tidak ada terjemahannya.

(lh/nrl)

Sumber: detik.com

NB: Filem ini menggambarkan kisah nyata. Original dan berdasarkan kenyataan di lapangan selama dibawah rezim Indonesia. Kisah yang tidak akan dilupakann oleh anak cucu bangsa Timor Leste (Film Balibo).





Fakta Seputar Timor Leste (Invansi dll)

8 01 2010

Sebelum membicarakan hal ini kiranaya saya ingin menceritakan terkebih dahulu tentang penjajahan pada zaman kolonial.

Fakta Seputar Timor Leste

Fakta Seputar Timor Leste


Indonesia sendiri pada beberapa puluhan tahun yang lalu ketika perang dunia ke II masih hangat dan negara – negara pendukung dan anti blok masih hangat, Belanda datang ke Indonesia dan menjajah tanah tersebut. Jajahan
Belanda tersebut meliputi Aceh hingga Papua Barat dan sebagian Pulau Timor yang sekarang di sebut Timor Barat atau sekarang adalah meliputi NTT dan Timor Barat
tersebut adalah KUPANG. Untuk wilayah Timor Timur sekarang sudah merdeka sebagai sebuah negara tersendiri (Timor Leste) dijajah oleh Portugal.

Setelah Jepang menyerah pada sekutu pada PD II, Jepang menarik diri dari semua bangsa di daerah asia termasuk Indonesia dan Timor Timur waktu itu. Belanda yang tidak kuat melawan
Jepang akhirnya kembali menjajah Indonesia dan begitu juga dengan Portugal yang tidak kuat melawan Jepang akhirnya kembali menjajah Timor – Timur sekitar tahun 1940an.

Pada tahun 1945, Indonesia merdeka dan semua negara jajahan Belanda dijadikan sebagai negara Indonesia, Timor – Timur pada waktu itu masih dijajah oleh Portugal.
Setelah INdonesia merdeka selama 30 tahun dan memiliki angkatan bersenjata yang kuat, mereka berencana menduduki Timor – Timur pada tahun 1975 yang jelas – jelas bukan haknya berdasarkan UUD PBB mengenai daerah jajahan yang mana menyebutkan bahwa daerah yang merdeka hanya meliputi daerah – daerah yang pernah dijajah oleh satu bangsa saja yang lama.  Dan itu berarti Indonesia hanya mencangkup daerah Aceh hingga Papua dan Timor Barat yang semuanya merupakan daerah jajahan Belanda kecuali Timor – Timur yang merupakan daerah jajahan Portugal.

Pada tahun 1975, Portugal memberikan hak kepada semua daerah jajahanya termasuk Timor – Timur untuk menentukan nasibnya sendiri. Timor – Timur juga mulai mempersiapkan
diri untuk merdeka, akan tetapi timbul masalah politik dimana dua partai politik besar saling bertikai yaitu partai UDT dan FRETILIN.
Partai UDT kalah dan meminta bantuan kepada Indonesia untuk membantu menyelesaikan masalah dalam negeri Timor- Timur akan tetapi Indonesia menyambut permintaan tolong
tersebut dengan maksud jahat yaitu untuk mencaplok Timor Timur dan menjadikanya menjadi bagian dari wilayah Indoensia dimana sampai pada tahun 1999 masih ditolak untuk
diakui oleh PBB dan beberapa negara sahabata lain. Akan tetapi Indonesai didukung oleh beberapa negara yang sekarang tergabung dalam ASEAN.

Akhirnya pada tahun 1975, Portugal keluar dari Timor – Timur ke sebuah pulau dekat ibu kota Dili yang bernama pulau ATauro dan mendirikan pemerintahan semenetara disana.
Pada tanggal 28 November 1975, FRETILIN yang sebagian simpatisanya merupakan rakyat kecil jelata dimana mewakili hampir sebagiam rakyat Timor – Timur mendeklarasikan
kemerdekaanya pada tahun 1975 di depan istana kepresidenan Timor – Timur waktu itu. Akan tetapi, deklarasi kemerdekaan tersebut tidak diakui oleh beberapa negara.

Sebulan setelah merdeka, yaitu pada tanggal 7 Desember 1975, Indonesia menyerang Timor – Timur dan menduduki daerah itu, artileri – artileri berat yang
digunakan pada saat melakukan serangan semuanya didukung oleh Amerika termasuk Australia yang saat itu mendiamkan kasus itu.

Rakyat Indonesia sendiri banyak yang tidak tahu mengenai sejarah ini, mereka mengaggap bahwa Timor – Timur adalah bagian dari mereka karena dibohongi oleh pemimpin – pemimpin
mereka dan hingga hari ini juga masih ada banyak rakyat Indonesia yang tidak tahu akan hal ini sungguh sesuatu yangs angat ironis, kemajuan Teknologi Informasi yang pesat akan tetapi
rakyat tetap hidup dalam keadaan tidak tahu. Bahkan seorang jurnalis atau media Indonesia juga tidak tahu sejarah ini dimana akhirnya mereka mempublikasikan berita – berita mengenai
Timor Leste yang hampir 90%nya adalah REKAYASA.

Pada tahun 1999 PBB menyelenggarakan Jajak Pendapat (30 AGustus 1999) seluruh rakyat Timor – Timur yang berhak memberikan suara memilih untuk memisahkan diri
dari Indonesia alias Merdeka. Akan tetapi terjadi kecurangan justru dari pihak Indonesia yang mana memalsukan beberapa dokumen orang – orang bagian NTT dimana
membuat mereka ikut memilih pada waktu itu dan berhasil membuat naik angka pemilihan yang memilih opsi untuk tetap bersama Indonesia dan tindakan itu sia – sia karena semua rakyat kecil menolak Indonesia.
Termasuk anak – anak kecil juga ikut menyaksikan kekejaman Militer Indonesia dan kalo mereka diwawancarai pasti mereka juga memilih merdeka seperti penulis dimana waktu itu berumur sekitar 13 tahun dan telah menyaksikan kekejaman Militer Indonesia terhadap rakyat kecil yang tidak memiliki senjata, mereka justru tidak berani lagi
menghadapi FALINTIL waktu itu, karena leluhur Timor Timur juga tidak pernah memberikan ijin bagi bangsa Indonesia untuk menduduki Timor – Timur.

Setelah merdeka, Timor – Timur kembali menata hidup semua perekonomian beranjak dari NOL. Semua bangunan dan perumahan rakyat kecil dimana perumahan rakyat kecil tersebut tidak sepeser pun dibantu oleh Indonesia waktu itu untuk
membuatnya tetapi dihancurkan juga oleh Militer Indonesia. Begitulah sikap militer Indonesia selama 24 tahun menjajah Timor – Timur.
Timor – Timur dalam bahasa Portugis yang berarti Timor Leste hari ini sudah mulai menata kembali hidup mereka. Perekonomian yang dulu pada tahun 1999 NOL sekarang sudah berangsur pulih.
Rakyat Timor Leste mendapat banyak kesempatan untuk memimpin sendiri negerinya, dan rakyat Timor Leste juga tetap menerima beberapa kepala keluarga dari negara tetangga Indonesia
yang memilih untuk tidak meninggalkan Timor – Timur pada tahun 1999. Mereka sekarang ini diberikan kebebasan untuk melaksanankan roda perekonomianya di ibu kota Dili dan mereka bersama dengan sebagain rakyat
Timor Leste yang menganut agama Islam telah bekerja sama membangun mesjid di beberapa wilayah di Timor Leste.
Jumlah jiwa yang tetap bertahan di Indonesia
dan saat ini telah mengajukan permohonan untuk menjadi warga negara Timor Leste mencapai 3000 lebih jiwa. Mereka hidup damai dengan rakyat Timor Leste.

Invansi Indoensia di Timor Leste

Invansi Indoensia di Timor Leste

Rakyat Timor Leste memiliki pola pikir bahwa, Rakyat Timor Leste dan Rakyat Indonesia semuanya tertekan dan dibuat tak berdaya pada satu rezim saja yaitu rezim orde baru dan Amerika mendukungya pada masa – masa itu.
Rakyat Timor Leste tidak pernah membenci rakyat Indonesia tetapi membenci rezim di Indonesia yaitu rezim Orde Baru. Akan tetapi rakyat Timor Leste mencintai haknya untuk merdeka dimana pada rezim orde baru tersebut telah dirampas.

Rakyat Timor Leste mencintai Rakyat Indonesia dan sampai saat ini kedua negara sudah saling menolong. Timor Leste yang mengandalkan MINYAK TIMOR Zona C sebagai basis
perekonomianya dimana zona C ini memiliki potensi minyak hingga 50 tahun. Untuk ZOna A di laut dan beberapa lagi celah minyak di daratan merupakan
aset tiada ternilai Timor Leste untuk 50 tahun setelah zona C tersebut. Ekspor pertanian Timor Leste sekarang meliputi Kopi, kelapa dan kayu Cendana. Kemiri dan vanila hanya sebagian kecil saja.

Yang ingin dijelaskan oleh penulis disinia bahwa:
1. Untuk kedepanya dengan memehami Sejarah ini, rakyat Indonesia dan Timor Leste jadi lebih akrab lagi.
2. Untuk bersatu melawan kepentingan serta kelicikan Australia dan Amerika.

Wasalam.








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.