Seputar Blog Ini

9 02 2010

Seputar Blog Ini

Timor-Leste-Sekarang

Timor-Leste-Sekarang

SHALOM,

Pembaca yang budiman,

Saya membuat blog ini karena berdasarkan pada suatu pengalaman saya mengenai dunia internet.

Suatu hari, saya surfing di internet dan mencari artikel tentang negara tercinta kami Timor Leste dan saya mendapatkan
banyak blog yang berbicara bohong dan mengada – ada tentang Timor Leste. Apalagi kasus seputar pelepasan Timor – Timur dari NKRI.
Hampir 90% blog yang terindex di google merupakan blog yang banyak berbicara bohong mnegenai keadaan dan situasi sebenarnya di Timor Leste.
Sebagai seorang Warga Negara Timor Leste tentu saya tidak senang dengan tulisa – tulisan kebohongan yang diposting di blog mereka tersebut. Muncul dalam benak saya,
apakah orang – orang yang menulis di blog mereka ini penah interview langsung dengan orang – orang – orang pribumi paska kemerdekaan??? Apakah orang – orang ini pernah berkunjung ke Timor Leste dan
bertanya mengenai perasaan orang – orang Timor Leste setelah merdeka??? Apakah berbagai media di Indonesia “PERNAH” datang ke Indonesai dan bertanya langsung mengenai perasaan orang – orang Timor Leste
setelah lepas dari NKRI dan berani menyiarkan hasil rekaman mereka ke publik Indonesia??? Pasti jawabanya BELUM dan “NOL BESAR alias “OMONG KOSONG”…

Blog ini hadir untuk menceritakan perasaan orang – orang Timor Leste sesunguhnya, bahwa MERDEKA dan LEPAS dari NKRI merupakan suatu harga mati bagi orang – orang Timor Leste dari sejak 1975.
Blog ini hadir dan terindex di google agar – agar setiap orang – orang yang mengunjungi blog ini dapat dengan mudah mengetahui KEBENARAN seputar Timor Leste dan bukan “KEBOHNGAN dan OMONG KOSONG”.
Blog ini tidak pernah menghina satu pihak atau berpihak pada pihak lain tetapi blog ini berpihak pada rakyat kecil Timor Leste yang sampai saat ini belum
mendapat keadilan hanya karena Pemimpin kedua negara Timor Leste dan Indonesia berusaha menjauhkan keadilan tersebut dari rakyat kecil Timor Leste.
Keluarga korban perang Timor Timur di Indonesia mungking sakit hati setelah MAYORITAS RAKYAT TIMOR – TIMUR memilih memisahkan diri dari NKRI dan memilih MERDEKA, sakit hati mereka SAMA DENGAN
sakit hati kami rakyat kecil Timor Leste yang tidak mendapat KEADILAN..padahal kami tahu PERSIS dan SAKSI MATA kekejaman dan pembantaian oleh MILITER INDONESIA di Timor Leste…
kemana HATI NURANI pemimpin sekarang dan HAM menjadi sesuatu yang tidak bernilai tetapi merupkan suatu ALAT saja untuk menutupi “KEPENTINGAN” mereka sendiri dan melindungi para “PENJAHAT PERANG”…

Mungkin sebagai rakyat kecil kami “TIDAK AKAN PERNAH MENDAPATKAN KEADILAN”, kami percaya kepada pemimpin kami karena sudah dari dulu kami “PERCAYA ” pada mereka karena ada tertulis ” PERCAYALAH pada pemimpin anda”.

AKhir kata, blog ini tidak “OFFEND” kepada satu pihak tetapi merupakan suatu bentuk “CURHAT” berdasarkan “KEBENARAN” seputar TIMOR LESTE negara tercinta kami, yang mana kalau kabar seputar Timor Leste di BERITAKAN secara TIDAK BENAR atau bohong
oleh MEDIA – MEDIA ELEKTRONIK di INDONESIA justru membuat kami semakin “SAKIT HATI” dan memunculkan kembali DENDAM/LUKA LAMA dan KEBENCIAN kami terhadap INDONESIA, jadi diharapkan MEDIA – MEDIA di Indonesia memberitakan kabar yang sebenarnya dan tidak mengada – ada atau
kabar OMONG KOSONG atau kabar MEMANAS – MANASI yang lain seputar Timor Leste, karena media merupakan salah satu sarana untuk menyampaikan INFORMASI kepada seluruh masyarakat kecil di mana saja dan menggunakan FREEDOm PRESS-nya secara BAIK dan BENAR, dunia semakin maju dan orang semakin mempunyai AKSES ke berbagai media dari seluruh DUNIA.

Kami percaya “MASA DEPAN” sehingga membuat kami berani MEMAAFKAN….

“TERIMA KASIH”

God Bless Timor Leste dan God Bless Orang – Orang Timor – Timur yang telah menjadi Warga Negara Indoensia…

SHALOM..

“Timor Leste Sekarang”





Penentang Rezim Orde Baru Indonesia

23 01 2010

Penentang Rezim Orde Baru Indonesia

Mahasiswa Timor - Timur Mengelar Demonstrasi Depan DEPLU INdonesia di JKT-1996

Mahasiswa Timor - Timur Mengelar Demonstrasi Depan DEPLU INdonesia di JKT-1996

Timor Leste adalah salah satu faktor penentu runtuhnya rezim dikatator Soeharto di indonesia. Kasus penjajahan negara
Timor Leste oleh Indonesia merupakan agenda pertama di dunia Internasinlal yang sering dilontarkan kepada indonesia, mulai dari kritikan kepada menteri luar negeri Indonesia yang melakukan kunjungan luar negeri hingga berbagai media asing yang menggabarkan berita pendudukan tersebut.

Mahasiswa Timor - Timur Mengelar Demonstrasi Depan DEPLU INdonesia di JKT-1996

Mahasiswa Timor - Timur Mengelar Demonstrasi Depan DEPLU INdonesia di JKT-1996

Pada zaman orde baru dimana kediktatoran Soeharto menutup jalan bagi kebebasan berekspresi dan berpendapat mengakibatkan banyak pemikir muda di negeri Indonesia tidak dapat menyalurkan aspirasinya seperti hari ini. Semua media dikontrol dan setiap penayangan di televisi di sensor.
Pasa saat itu segala bentuk DEMONSTRASI di larang oleh pemerintah dan tidak ada yang berani dengan kekuasaan Soeharto.

Ketika tidak ada seorangpun yang berani melakukan demonstrasi, mahsiswa Timor – Timur sejawa – Bali memberanikan diri untuk melalukan demonstrasi. Pada tahun 1993 – 1997 Mahasiswa Timor Timur melaksanankan aksi demonstrasinya.
Aksi demonstrasinya dilakukan di berbagai pusat kota di Jakarta.

Aksi demonstrasi para mahasiswa Timor Timur tersebut mendapat banyak dukungan dari berbagai pihak di Indonesia yang menentang rezim dikator Soeharto tersebut. Demonstrsi tersebut dilakukan secara damai  dan para demonstran Timor – Timur seperti di Bundaran Hi pada tahun 1996 dikepung oleh tentara dan polisi Indonesia dengan senjata lengkap, para demonstran di tangkap, dipenjara dan ada yang dibunuh. Para demonstran Timor – Timur membawa bendera Timor – Timur waktu itu dan berbagai spanduk yang merupkan titipan dari bebrapa orang Indonesia anti OrBa juga dibentangkan yang mana banyak diantranya bertuliskan Lepaskan Timor – Timur Melalui Jalan Referendum, Usut Tuntas Pelanggran HAM di Timor – Timur, Aceh dan Papua dan Pulihkan Demokrasi.

Dalam rentang tahun tersebut, demonstrasi seirngkali dilakukan oleh Para Mahasiswa Timor – Timur, dan seperti biasa mereka sering diteror oleh para tentara dan polisi pada waktu itu. Tentara – tentara tersebut melakukan aksi dorong dan pamer otot dengan para demosntran, dimana para demosntran juga menantang tentara – tentara tersebut dengan kata – kata berikut: “Tembak disini kalau berani” sambil menunjukan dadanya kepada para tentara tersebut. Dan sering kali juga para demonstran yang sebagian besar juga berotot mengjakan para tentara untuk berduel tanpa senjata, dan para tentara dan polisi tersebut menatap mereka seolah ingin membunuh mereka. Dan itu yang terjadi, para mahasiswa dibawah ke suatu lorong di Jakarta dibawah tanah dimana para mahasiswa tersebut dimasukan dan menurut beberapa inteljen timor – Timur yang bekerja pada militer Indonesia mengatakan bahwa perintah tersebut datang dari Prabowo, akan tetapi karena beberapa mahasiswa tersebut yang kabur sewaktu kabur menginformasikan kepada Palang Merah Indonesia, maka para mahasiswa akhirnya dibebaskan.

Runtuhnya orde baru juga karena masalah Timor – Timur, karena tekanan luar negeri yang sangat banyak sehingga membuat para diplomat inodnesia sering dilecehkan oleh para aktivis HAM dunia. Para aktivis HAM dunia tersebut rata – rata dihuni oleh orang – orang Timor – Timur yang hidup di pengasingan karena invansi Indonesia seperti di Inggris, Amerika, Portugal dan beberapa negara di Eropa.

Akan tetapi setelah orde baru runtuh, media – media sekarang di Indonesia sekarang justru semakin out of control, para reporter dan presenter yang dulunya tidak perbah tamnpak sekarang TAMPAK layaknya Pahlawan. Mereka sering menyamaikan berita yang kontroversial dimana mengundang ketidakstabilan dalam negeri indonesia, dan apalagi kalau seputar Masalah dan Krisis Timor Leste, maka para media tersebut bahu – membahu dan penuh semangat yang berapi- api memberitakan berita seputar Timor Leste yang dikarang – karang. Kasus desersi Militer di Timor Leste pada tahun 2006 misalnya, beberapa media Indoensai bahkan mengembor – gemborkan krisis tersebut seolah – olah ingin Menyampaikan Kepada Rakyat Indoensia bahwa “Beginilah Akibat merdeka”, padahal mereka lupa atau memang TDAK TAHU bahwa Indoensia setelah merdeka pada tahun 1945 juga mengalami banyak maslaah dan krisis, ataukah mereka tidak pernah tahu bahwa Timor – Timur diajjah oleh Indonesia pada tahun 1975 dan bukan 1960an ataupun 1940an….KACANG LUPA KULIT???? Ya tentu….

Penulis ingin menyampaikan bahwa semangat demokrasi dan kebebasan ber-expresi hendaknya diisi dengan berbagai kegiatan pers yang bertujuan untuk menyatukan rakyat dimana saja di seluruh negera di dunia, dan tidak menggabarkan berita – berita bohong seperti yang dilakukan Pemerintah Amerika dan Media Amerika akan kebohongan kepemilikan senjata chemical dan biological di Irak, dan akhirnya masyarakat internasional percaya dengan Rezim george Bush tersebut dan ikut ikutan mendukung INVANSI AS atas IRAK, ironisnya rakyat AS juga percaya. Sampai kini juga isu TERORISME yang dibuat Amerika membawa Amerika menduduki Afghanistan…Begitulah rezim ORDE BARU Pimpinan SOEHARTO dulu, yang mana sebagian besar Pimpinan Militernya merupakan anak didik Amerika dimana isu dan cara yang sama dipakai oleh Rezim Soeharto dan cara – cara tersebut hingga kini masih banyak diaplikasikan oleh beberapa media Indonesia untuk memberitakan KEBOHONGAN seputar Timor – Leste.

“God Bless Timor Leste”





Perjuangan Timor Leste dan Status Timor Leste Pada Tahun 1975

21 01 2010

Perjuangan Timor Leste dan Status Timor Leste Pada Tahun 1975

Militer Timor Leste 2010

Militer Timor Leste 2010

Angkatan Darat Timor Leste 2010

Angkatan Darat Timor Leste 2010

Forca Timor Leste

Forca Timor Leste

Pengusiran Indonesia dari tanah Timor Leste meminta banyak korban nyawa dari pemuda – pemudi Timor Leste dari saat Indonesia menjajah Timor Leste
pada tahun 1975. Mulai dari tahun itu Indonesia berusaha menundukan para pejuang Timor Leste yang sering dicap oleh tentara Indonesia sebagai Gerakan Pengacau Keamanan (GPK). Militer Indonesia menduga bahwa mereka bisa mematahkan perlawanan pejuang – pejuang TL tapi mereka salah total. Militer Indonesia mengira mereka bisa menundukan tentara – tentara FRETILIN dan milisi FRETILIN dengan mudah seperti yang mereka lakukan pada saat menumbangkan PERMESTA dan PRRI tapi mereka salah lagi karena tentara FRETILIN adalah para pejuang gigih dengan taktik perang yang ampuh juga meski tidak memiliki peralatan yang canggih seperti Indonesia pada saat menyerang dan menduduki negara kecil Timor Leste pada tahun 1975. Sekalipun Prabowo dengan pasukan khsusunya (KOPASUS) ingin menjajal kemampuan perang para tentara FRETILIN yang mengakibatkan kedua belah pihak berperang selama 12 jam dan jatuh banyak korban di kedua belah pihak. Tentara FRETILIN menggunakan senjata – senjata kuno peninggalan PORTUGIS, parang serta senjata – senjata modern rebutan dari tentara – tentara Indoensia yang ditembak mati. Perang tersebut berlangsung di daerah LOSPALOS bagian paling timur pulau Timor. Setelah berperang selama 12 jam, pasukan PRABOWO pun mundur dan meninggalkan banyak prajuritnya yang tewas tergeletak tak bernyawa. Dari pihak tentara FRETILIN yang dikomandoi oleh KORONEL LERE ANANG TIMOR juga jatuh korban. Perang yang sangat lama dan bersejarah bagi militer Indonesia untuk menumpas sebuah perlawanan. Korban di kedua belah pihak telah meninggalkan banyak janda dan anak – anak yatim. Mungkin kata cukup sudah adalah pilihan kata yang terbaik bagi kedua negara.

Pahlawan Timor Leste

Pahlawan Timor Leste

Heroi de Timor Leste, voces sempre connosco!!!

Heroi de Timor Leste, voces sempre connosco!!!

Hidup Xanana, Ramos Horta, Alkatiri dan Bishop Belo!!!! Kami cinta kalian

Hidup Xanana, Ramos Horta, Alkatiri dan Bishop Belo!!!! Kami cinta kalian

Timor Leste dan Indoensia bagaimana pun juga pernah mengalami penjajahan, Indonesi dijajah oleh dua negara Belanda dan Jepang, dan Timor Leste djajah oleh 3 negara (Portugal, Jepan dan Indoensia) dan mungkin rakyat Indonesia telah mengalami betapa kejamnya saat – saat penjajahan begitupun dengan rakyat Timor Leste.

Kesepakatan kedua negara Timor Leste dan Indonesia untuk melupakan masa lalu dan lebih melihat ke depan memang mengundang banyak pro kontra. Dipihak Indonesia para korban operasi seroja dan lain sebagainya sakit hati menerima kata “Melupakan Masa Lalu” dan begitu juga di Timor Leste, para korban perang pada saat diduduki oleh Indoensia juga mendesak keadilan, pertanyaanya bagaimana semuanya ini akan berakhir??? Disaat negara – negara lain berupaya untuk memejukan bangsanya justru para korban meminta keadilan??? Sedangkan negara – negara maju sahabat seperti Australia dan Malaysia  terus berupaya membuat REKONSILIASI kedua negera Indonesai dan Timor Leste menjadi terhambat. Apa maksud mereka menghambat REKONSILIASI kedua negara yang pernah hidup dalam satu atap???

Semua orang memang tidak pernah suka ditekan, jadi seperti layaknya sebuah negara tidak ingin ditekan dan tidak ingin dihina oleh bangsa lain manapun di dunia karena manusia pada hakekatnya adalah sama yaitu sejak lahir telanjang dan tidak mengenakan atribut apapun seprti sekarang (atribut agama dan negara) semua makluk
diciptakan oleh Tuhan dan manusia yang menciptakan agama dan negara.

Yang penting saat ini adalah kedua negara saling mengampuni dan bekerja sama dalam mensejahterakan masing – masing rakyatnya. Bagaimana pun juga orang – orang Timor Leste (penduduk asli yang memilih untuk tetap bergabung dengan negara kesatuan republik Indonesia) pun banyak menetap di Indonesia begitupulah dengan banyak orang – orang Indonesia yang memilih untuk tetap tinggal dan menjadi warga negara Timor Leste pun banyak. Jadi dengan adanya faktor ini dan faktor lainya kedua negara pada dasarnya sudah bisa saling memaafkan dan melupakan masa lalu, berusahalah untuk melihat ke masa depan dan lebih fokus pada mereka yang masih hidup, karena mereka yang masih hiduplah yang semestinya menjadi sesuatu yang perlu dipusingkan dan bukan masa lalu yang dipusingkan.

Banyak orang – orang Indonesia yang merasa sangat bangga dengan negaranya, begitu juga dengan orang – orang Timor Leste yang sangat bangga dengan negaranya. Banyak masyarakat Indonesia yang tidak merelakan lepasnya Timor – Timur mungkin karena mereka tidak mengetahui sejarah yang original ketika Timor – Timur diintegrasikan ke dalam NKRI, mungkin dengan film dokumenter BALIBO mereka sudah bisa paham dan menerima maksud dari orang Timor Leste untuk berpisah dan melepaskan diri dari NKRI, mereka sudah bisa melupakan sejarah yang dibuat – buat oleh orde baru layaknya film – film G30S-PKI yang membohongi rakyat, begitupun juga dengan status Timor – Timur yang ditutupi oleh rezim orde baru yang mengklaim bahwa Timor – Timur adalah bagian dari wilayahnya dan telah membohongi lebih dari 200 juta rakyat Indonesia dari Aceh hingga Papua soal masalah Timor – Timur, kebanaykan dari mereka menceritakan sesuatu yang serba salah tentang Timor – Timur setelah mereka bertugas kesana, sungguh sesuatu yang sangat ironis, bagaimana bila hal demikian dibuat kepada anda????? Tentu anda akan merasa terhina di depan orang lain??? Padahal orang lain tersebut tidak tahu sebenarnya tentang akar persoalan tetapi dengan kebohongan tersebuit orang lain telah menggambarkan anda sebagai seseorang yang jelas – jelas menurut imajinasi sang pencerita tersebut, dan akhirnya imajinasi dan sosok anda tersebut menjadi kebenaran umum dan anda pun hidup dengan perasaan hina. Tetapi apa yang terjadi bila semua kebohongan tersebut terkuak??? dan kebenaran diangkat ke permukaan?? Apakah mereka yang telah membohongi anda adalah penyelamat dan pahlawan???? Ataukah anda ikut-ikutan menjadi korban dari kebohongan mereka akan sesuatu informasi rekayasa yang mereka buat – buat??? Dan bila kebenaran telah terkuak apakah sang pembohong bersedia mengatakan itulah versi benarnya?? ataukah tyerus – terus mencari alasan untuk membenarkan kebohonganya tersebut????

Kebanggan Semua Rakyat Timor Leste Adalah Hidup Lepas dan Merdeka!!!

Kebanggan Semua Rakyat Timor Leste Adalah Hidup Lepas dan Merdeka!!!

Film Balibo menceritakan kebenaran tentang rakyat Timor Leste dan status tanah Timor Leste, dimana Timor Leste telah menjadi sebuah negara pada tahun 1975 ketika Portugal memberikan kebebasan kepada negara – negara jajahanya untuk mendirikan negara sendiri dan dunia Internasional mengagumi Portugal, dan Indonesia dengan rezim orde barunya langsung mencaplok wilayah Timor Leste dan memasukanya dalam NKRI sungguh sesuatu yang SANGAT MEMALUKAN. Tetapi Indonesai tidak dengan tulus dan merelakan keinginan rakyat Timor Leste menjadi TRUE, itu karena kekuasaan sebuah rezim militer yaitu rezim Orde Baru pimpinan Soeharto yang ingin mencari pengalaman menjadi sebuah negara penjajah. Dan yang jelas rezim orde baru telah meninggalkan hutan negara yang sangat besar bagi generasi penerus bangsa Indonesia.

Ass,,wr,wb





FILM BALIBO BERDASARKAN KISAH NYATA

9 01 2010

FILM BALIBO BERDASARKAN KISAH NYATA


Pada tahun 1975, Portugal keluar dari Timor – Timur dan membangung pemerintahanya di Pulau Atauro diaman pulau tersebut hanya berjarak
25 meter dari Pulau Timor – Timur. Pada Tanggal 7 Desember 1975 Indonesia menginvansi ibu kota Dili sebuah negara miskin yang kecil.
Dengan senjata berartileri besar yang diberikan oleh Amerika dan dukungan dari Australia, Indonesia akhirnya menduduki ibu kota DIli
pada tahun 1975 dan pada masa pendudukan itu Dunia seolah menutup mata, dan Militer Indonesia secara membabi – buta membunuh dan mencuri
semua kendaraan serta membawa pulang para gadis keturunan Cina semuanya diangkut ke dalam perahu militer Indonesia. Mereka bukan hanya membunuh
tapi juga mencuri dari Timor Timur.

Selama pendudukan Indonesia pada tahun 1975 – 1999 banyak rakyat Timor Timur yang menderita dan dianiaya serta diisolasi dari dunia luar.
Kebanyakan rakyat Timor – Timur pada masa itu menjadi bodoh dan tidak bisa mengakses informasi dari luar negeri. Timor Timur dikucilkan dari dunia internasional
dan mereka menjadi sangat menderita.

Portugal tidak membantu rakyat Timor Timur ketika diserang oleh Indonesia, pasukan Australia yang dulu pada saat Jepang menginvasi/ menyerang ibu kota Dili
mengirim pasukan tempurnya ke Dili yang dibantu oleh rakyat Timor Timur dan mereka melupakan jasa orang – orang Timor Timur yang dulu telah membantu pasukan mereka
untuk bertempur melawan Jepang pada tahun 1940an di Timor Timur.

Perbatasan Indonesia dan Timor – Timur pada tahun 1975 ke bawah yaitu antara tahun 1515 – 1975 (awal bulan 1975) dijaga ketat oleh masing – masing negara,
akan tetapi pada akhir – akhir tahun 1975 indonesia menyerang masuk Timor Timur melalui Darat, Laut dan Udara. Pada pertempuran sebelumnya Indonesia yang merasa percaya
diri dengan pasukan daratnya menyerang duluan Timor Timur dengan senjata berat dan lengkap akan tetapi mereka
tidak bisa mengalahkan tentara Fretilin. Akhirnya Indonesia mengubah strategi penyeranganya dengan mengabungkan 3 angakatan perangya sekaligus. Yaitu Angkatan Darat, Angkatan Laut
dan Angkatan Udara. Pada awalnya sebelum penyerangan ke Timor Timor petinggi2 militer Indonesia sudah memutuskan hanya menginvasi Dili cukup dengan Angkatan Darat saja seperti yang mereka
lakukan pada saat merebut Irian Jaya dan penaklukan gerakan – gerakan perlawanan di Indonesia bagian lainya. Akan tetapi mereka salah, semangat juang tentara FRETILIN dengan senjata
ringan namun lincah dan memiliki nyali tempur yang tinggi berhasil memukul mundur angkatan darat Indonesia di perbatasan Indonesia – Timor Timur pada awal tahun 1975.

Berdasarkan kisah nyata di film BALIBO tersebut, semua sesi yang ditayangkan adalah benar dan sesuai dengan kenyataan. Apalagi kalau kisah – kisah nyata lainya di filemkan juga
seperti Pada tahun 1976 – 1999 sungguh banyak sekali jiwa yang melawan di tangan tentara Indonesia dan mayoritas korban adalah rakyat yang tidak bersenjata dan media Indonesia juga secara
tidak professioanal mendukung aksi brutal dan tidak manusiawi militer Indonesia dengan menyebarkan kabaar – kabar bohong mengenai TImor TImur bahkan sampai
Timor Timur sudah menjadi negara sendiri para media Indonesia selalu menyudutkan pemerintah TImor Leste, media Indonesia menayangkan dan menambahkan serta memanipulasi banyak berita seputar Timor Leste
di siaran – siaran mereka sehingga di DUnia Internasional mereka kurang dipercayai.

Dengan Film Balibo ini, diharapkan rakyat Indonesia bisa tahu bahwa Timor TImur bukanlah bagian dari Indonesia seperti yang dibohongi dan ditutupi oleh
pemerintah INdoensia sendiri. TImor – Timur dari sananya bukanlah Indonesia, Indonesia menjajah dan menduduki  Timor Timur pada tahun 1975 seperti yang dikisahkan
dalam Film Balibo tersebut. Dengan film Balibo ini diharapkan dapat membuka mata batin rakyat Indonesia akan apa yang telah dilakukan oleh Militer Indonesia di Timor Timur antara
tahun 1975 – 1999 untuk mencari tahu seluk beluk dan pelanggran yang telah dilakukan oleh Militer Indonesia di Timor Timur.

Rakyat Timor – Timur akan sangat senang bila rakyat Indonesia mengetahui penderitaan selama bergabung dengan Indonesia. Akan tetapi rakyat Timor Timor sangatlah menghargai dan menghormati
rakyat Indonesia dan pemerintahan Indonesia, rakyat TImor TImur tahu bahwa Indonesia menyerang dan menduduki Timor TImur karena didukung oleh Amerika dan Australia yang merupakan sumber kapitalism dan
otak dari isu – isu terorisme di dunia.

Filem Balibo disatu pihak mengisahkan kisah nyata yang dialami oleh rakyat Timor Timur semasa invansi (penyerangan) yang dilakukan oleh Indonesia tetapi di lain pihak
Australia ingin membuat jalinan persahabatan Timor Leste dan Indonesia menjadi tidak baik. Australia ingin agar TImor Leste dan Indonesia tidak boleh
menjalin hubungan baik supaya kalau nantinya terjadi gejolak antara Timor Leste dan Indonesia, Australia akan bertindak sebagai seorang pahlawan untuk menyelesaikan kasus itu.
Jadi meskipun filem Balibo ditayangkan anggaplah ini merupakan sejarah yang diceritakan kembali. Untuk kedepanya Timor Leste dan Indonesia agar menjalin hubungan yang lebih baik.
Negara – negara yang tergabung dalam CPLP ( Persekutuan Negara – Negara Berbahasaa Portugis) juga mendukung Timor Leste untuk menjalin hubungan baik dengan Indonesia dimana Timor Leste merupakan
salah satu negara dari CPLP tersebut.

Terima Kasih.





DVD Bajakan ‘Balibo’ Beredar

8 01 2010

Fitraya Ramadhanny – detikNews


<a href=’http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=a59ecd1b&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE’ target=’_blank’><img src=’http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=24&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&n=a59ecd1b’ border=’0′ alt=” /></a>

Jakarta – Pelarangan oleh Lembaga Sensor Film (LSF) terhadap pemutaran film “Balibo” malah memancing rasa penasaran masyarakat. Melihat potensi pasar ini, para pembajak DVD langsung menyergapnya dengan mengedarkan DVD bajakan film “Balibo”.

Berdasar pantauan detikcom, DVD bajakan film “Balibo” terlihat dipajang di beberapa dari puluhan lapak kaki lima pedagang DVD di seputaran Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (14/12/2009). Di covernya terpampang wajah Ramos Horta dan snapshot adegan film yang mengisahkan tewasnya lima orang jurnalis Australia dalam insiden Balibo di Timor Timur pada 1975.

“Orang kita kan semakin dilarang malah penasaran. Kita dapat dari pengecer besar,” ujar Angga (33), salah seorang penjual DVD bajakan.

Angga mengaku sudah sejak akhir pekan lalu dia dan hampir semua pedagang DVD bajakan di Pasar Minggu menjual DVD film Balibo. Tapi baru hari ini dia berani secara terang-terangan memajang DVD tersebut setelah selama tiga hari menjualnya secara sembunyi-sembunyi.

“Biasanya saya simpen, kalau ada yang tanya baru saya keluarkan. Kemarin laku delapan, semoga hari ini laku banyak,” harap bujangan ini.

Meski bajakan, tetapi kualitas DVD tersebut cukup baik. Gambar yang mucul di layar televisi kecil milik Agus terlihat cerah warnanya. Hanya caption terjemahan bahasa Indonesia yang terkesan asal-asalan dan dialog antara tentara Fretilin dengan Ramos Horta dalam bahasa Tetum tidak ada terjemahannya.

(lh/nrl)

Sumber: detik.com

NB: Filem ini menggambarkan kisah nyata. Original dan berdasarkan kenyataan di lapangan selama dibawah rezim Indonesia. Kisah yang tidak akan dilupakann oleh anak cucu bangsa Timor Leste (Film Balibo).





Fakta Seputar Timor Leste (Invansi dll)

8 01 2010

Sebelum membicarakan hal ini kiranaya saya ingin menceritakan terkebih dahulu tentang penjajahan pada zaman kolonial.

Fakta Seputar Timor Leste

Fakta Seputar Timor Leste


Indonesia sendiri pada beberapa puluhan tahun yang lalu ketika perang dunia ke II masih hangat dan negara – negara pendukung dan anti blok masih hangat, Belanda datang ke Indonesia dan menjajah tanah tersebut. Jajahan
Belanda tersebut meliputi Aceh hingga Papua Barat dan sebagian Pulau Timor yang sekarang di sebut Timor Barat atau sekarang adalah meliputi NTT dan Timor Barat
tersebut adalah KUPANG. Untuk wilayah Timor Timur sekarang sudah merdeka sebagai sebuah negara tersendiri (Timor Leste) dijajah oleh Portugal.

Setelah Jepang menyerah pada sekutu pada PD II, Jepang menarik diri dari semua bangsa di daerah asia termasuk Indonesia dan Timor Timur waktu itu. Belanda yang tidak kuat melawan
Jepang akhirnya kembali menjajah Indonesia dan begitu juga dengan Portugal yang tidak kuat melawan Jepang akhirnya kembali menjajah Timor – Timur sekitar tahun 1940an.

Pada tahun 1945, Indonesia merdeka dan semua negara jajahan Belanda dijadikan sebagai negara Indonesia, Timor – Timur pada waktu itu masih dijajah oleh Portugal.
Setelah INdonesia merdeka selama 30 tahun dan memiliki angkatan bersenjata yang kuat, mereka berencana menduduki Timor – Timur pada tahun 1975 yang jelas – jelas bukan haknya berdasarkan UUD PBB mengenai daerah jajahan yang mana menyebutkan bahwa daerah yang merdeka hanya meliputi daerah – daerah yang pernah dijajah oleh satu bangsa saja yang lama.  Dan itu berarti Indonesia hanya mencangkup daerah Aceh hingga Papua dan Timor Barat yang semuanya merupakan daerah jajahan Belanda kecuali Timor – Timur yang merupakan daerah jajahan Portugal.

Pada tahun 1975, Portugal memberikan hak kepada semua daerah jajahanya termasuk Timor – Timur untuk menentukan nasibnya sendiri. Timor – Timur juga mulai mempersiapkan
diri untuk merdeka, akan tetapi timbul masalah politik dimana dua partai politik besar saling bertikai yaitu partai UDT dan FRETILIN.
Partai UDT kalah dan meminta bantuan kepada Indonesia untuk membantu menyelesaikan masalah dalam negeri Timor- Timur akan tetapi Indonesia menyambut permintaan tolong
tersebut dengan maksud jahat yaitu untuk mencaplok Timor Timur dan menjadikanya menjadi bagian dari wilayah Indoensia dimana sampai pada tahun 1999 masih ditolak untuk
diakui oleh PBB dan beberapa negara sahabata lain. Akan tetapi Indonesai didukung oleh beberapa negara yang sekarang tergabung dalam ASEAN.

Akhirnya pada tahun 1975, Portugal keluar dari Timor – Timur ke sebuah pulau dekat ibu kota Dili yang bernama pulau ATauro dan mendirikan pemerintahan semenetara disana.
Pada tanggal 28 November 1975, FRETILIN yang sebagian simpatisanya merupakan rakyat kecil jelata dimana mewakili hampir sebagiam rakyat Timor – Timur mendeklarasikan
kemerdekaanya pada tahun 1975 di depan istana kepresidenan Timor – Timur waktu itu. Akan tetapi, deklarasi kemerdekaan tersebut tidak diakui oleh beberapa negara.

Sebulan setelah merdeka, yaitu pada tanggal 7 Desember 1975, Indonesia menyerang Timor – Timur dan menduduki daerah itu, artileri – artileri berat yang
digunakan pada saat melakukan serangan semuanya didukung oleh Amerika termasuk Australia yang saat itu mendiamkan kasus itu.

Rakyat Indonesia sendiri banyak yang tidak tahu mengenai sejarah ini, mereka mengaggap bahwa Timor – Timur adalah bagian dari mereka karena dibohongi oleh pemimpin – pemimpin
mereka dan hingga hari ini juga masih ada banyak rakyat Indonesia yang tidak tahu akan hal ini sungguh sesuatu yangs angat ironis, kemajuan Teknologi Informasi yang pesat akan tetapi
rakyat tetap hidup dalam keadaan tidak tahu. Bahkan seorang jurnalis atau media Indonesia juga tidak tahu sejarah ini dimana akhirnya mereka mempublikasikan berita – berita mengenai
Timor Leste yang hampir 90%nya adalah REKAYASA.

Pada tahun 1999 PBB menyelenggarakan Jajak Pendapat (30 AGustus 1999) seluruh rakyat Timor – Timur yang berhak memberikan suara memilih untuk memisahkan diri
dari Indonesia alias Merdeka. Akan tetapi terjadi kecurangan justru dari pihak Indonesia yang mana memalsukan beberapa dokumen orang – orang bagian NTT dimana
membuat mereka ikut memilih pada waktu itu dan berhasil membuat naik angka pemilihan yang memilih opsi untuk tetap bersama Indonesia dan tindakan itu sia – sia karena semua rakyat kecil menolak Indonesia.
Termasuk anak – anak kecil juga ikut menyaksikan kekejaman Militer Indonesia dan kalo mereka diwawancarai pasti mereka juga memilih merdeka seperti penulis dimana waktu itu berumur sekitar 13 tahun dan telah menyaksikan kekejaman Militer Indonesia terhadap rakyat kecil yang tidak memiliki senjata, mereka justru tidak berani lagi
menghadapi FALINTIL waktu itu, karena leluhur Timor Timur juga tidak pernah memberikan ijin bagi bangsa Indonesia untuk menduduki Timor – Timur.

Setelah merdeka, Timor – Timur kembali menata hidup semua perekonomian beranjak dari NOL. Semua bangunan dan perumahan rakyat kecil dimana perumahan rakyat kecil tersebut tidak sepeser pun dibantu oleh Indonesia waktu itu untuk
membuatnya tetapi dihancurkan juga oleh Militer Indonesia. Begitulah sikap militer Indonesia selama 24 tahun menjajah Timor – Timur.
Timor – Timur dalam bahasa Portugis yang berarti Timor Leste hari ini sudah mulai menata kembali hidup mereka. Perekonomian yang dulu pada tahun 1999 NOL sekarang sudah berangsur pulih.
Rakyat Timor Leste mendapat banyak kesempatan untuk memimpin sendiri negerinya, dan rakyat Timor Leste juga tetap menerima beberapa kepala keluarga dari negara tetangga Indonesia
yang memilih untuk tidak meninggalkan Timor – Timur pada tahun 1999. Mereka sekarang ini diberikan kebebasan untuk melaksanankan roda perekonomianya di ibu kota Dili dan mereka bersama dengan sebagain rakyat
Timor Leste yang menganut agama Islam telah bekerja sama membangun mesjid di beberapa wilayah di Timor Leste.
Jumlah jiwa yang tetap bertahan di Indonesia
dan saat ini telah mengajukan permohonan untuk menjadi warga negara Timor Leste mencapai 3000 lebih jiwa. Mereka hidup damai dengan rakyat Timor Leste.

Invansi Indoensia di Timor Leste

Invansi Indoensia di Timor Leste

Rakyat Timor Leste memiliki pola pikir bahwa, Rakyat Timor Leste dan Rakyat Indonesia semuanya tertekan dan dibuat tak berdaya pada satu rezim saja yaitu rezim orde baru dan Amerika mendukungya pada masa – masa itu.
Rakyat Timor Leste tidak pernah membenci rakyat Indonesia tetapi membenci rezim di Indonesia yaitu rezim Orde Baru. Akan tetapi rakyat Timor Leste mencintai haknya untuk merdeka dimana pada rezim orde baru tersebut telah dirampas.

Rakyat Timor Leste mencintai Rakyat Indonesia dan sampai saat ini kedua negara sudah saling menolong. Timor Leste yang mengandalkan MINYAK TIMOR Zona C sebagai basis
perekonomianya dimana zona C ini memiliki potensi minyak hingga 50 tahun. Untuk ZOna A di laut dan beberapa lagi celah minyak di daratan merupakan
aset tiada ternilai Timor Leste untuk 50 tahun setelah zona C tersebut. Ekspor pertanian Timor Leste sekarang meliputi Kopi, kelapa dan kayu Cendana. Kemiri dan vanila hanya sebagian kecil saja.

Yang ingin dijelaskan oleh penulis disinia bahwa:
1. Untuk kedepanya dengan memehami Sejarah ini, rakyat Indonesia dan Timor Leste jadi lebih akrab lagi.
2. Untuk bersatu melawan kepentingan serta kelicikan Australia dan Amerika.

Wasalam.





Perkembangan Timor Leste 2009

30 12 2009

Perkembangan Timor Leste 2009

Perkembangan Timor Leste 2009

Perkembangan Timor Leste 2009

Timor Leste di tahun 2009 semakin mengalami banyak perubahan, adanya partisipasi dari berbagai macam elemen masyarakat khususnya dalam hal kesadaran untuk memelihara perdamaian dan persatuan membawa rakyat Timor Leste ke arah yang lebih maju lagi. Berbagai pengungsi Timor Leste yang pada tahun 2009 memilih untuk tetap bergabung dengan negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) perlahan lahan mulai sadar dan sering bepergian ke negara Timor Leste, kebanyakan dari mereka mengatakan bahwa mereka menyesal karena dulu memilih paket otonomi yang ditawarkan dalam jajak pendapat 1999. Anak cucu mereka sering menanyakan asal mereka yang seringkali pertanyaan tersebut sangat menusuk hati mereka. Timor Leste sekarang sudah lebih baik, akan tetapi yang menjadi masalah adalah munculnya kecemburuan sosial antara masyarakat Timor Leste dengan anak cucu dari mereka yang memilih otonomi yang saat ini bekerja di Timor Leste dengan berpasporkan Indonesia, sedangkan orang tua mereka memilih menetap di Indonesia karena dulu orang tua mereka memilih paket otonomi dan tidak memilih kemerdekaan. Kebanyakan dari mereka yang memilih untuk tetap menjadi warga negara Indonesia sekarang ini mulai merasa stress karena mereka mulai tahu bahwa saudara – saudara mereka di Timor Leste sekarang hidupnya sudah sangat baik, dimana mereka memiliki banyak kesempatan kerja dan memiliki harapan yang sangat baik dibandingkan mereka yang hidupnya tidak maju – maju. Akan tetapi Timor Leste adalah milik kita semua, bila dari dulu kita tidak merasa berbuat jahat terhadap sesama orang Timor Leste pada saat masih berintegrasi dengan Indonesai maka anda bebas bepergian ke Timor Leste, akan tetapi Timor Leste adalah sebuah negara dengan adat istiadat yang kuat kepercayaan kepada benda – benda gaib dan alam masih sangat kuat oleh sebab itu, bila seseorang asli Timor Leste yang dulu pernah menghina tanah kelahiranya Timor Leste lebih baik tidak boleh kembali dan meminum air ataupun menghirup udara di negara Timor Leste karena yang akan menghukumnya adalah kekuatan alam Timor Leste. Marilah membangun Timor Leste ke arah yang lebih baik. Untuk semua anak bangsa Timor Leste yang sekarang sudah berada di seluruh dunia tetaplah mendoakan Timor Leste untuk kemajuan yang sangat baik lagi di bidang MILITER, Pendidikan, Kesehatan, Pertanian, Perekonomian, Infrastruktur dan lain sebagainya.

God Bless Timor Leste.





Timor Leste Terkini

1 12 2009

Timor Leste Terkini

Kapal Perang Timor Leste

Kapal Perang Timor Leste


Pemerintah Timor Leste untuk tahun ini (2009 – 2010)
menambah anggaran militernya sebesar 100%. Anggaran militer
ini melebihi alokasi anggaran untuk sektor Kesehatan, Pendidikan,
dan Pertanian.

Timor Leste Battle Ship

Timor Leste Battle Ship

Sebagian dari dana Militer ini telah dibelanjakan untuk
keperluan Angkatan Laut yang dalam bahasa nasional Timor Leste
disebut Forca de Marina. Dua kapal perang telah dipesan khusus dari Cina
dan akan diuji coba oleh pemerintah Cina (angkatan laut pemerintah Cina)
pada pertengahan bulan Desember 2009. Uji ini akan di hadiri oleh
menteri pertahanan Timor Leste Julio Thomas Pinto (seorang pejabat dari agama Muslim),
Panglima Militer Timor Leste Jenderal Taur Matan RUAK,dan Pemimpin Tertingi Ankatan Laut
Timor Leste. Dua kapal perang tersebut akan mulai beroperasi di Timor Leste pada akhir tahun 2010.
Untuk saat ini, Angaktan Laut Timor Leste hanya mengoperasikan satu kapal tempur berukuran besar,
dibantu oleh kapal – kapal kecil lengkap dengan senjata untuk kegiatan patroli sehari – hari.

Untuk anggaran – anggaran militer selanjutnya, pemerintah Timor Leste akan
berencana akan menaikkan anggaran tersebut pada pembaharuan alokasi anggaran fiskal mendatang.

Selain dua kapal perang tersebut, pemerintah Timor Leste juga
membelanjakan anggaran tersebut untuk membeli, Helikopter Tempur tambahan, Tank dan senjata – senjata tambahan untuk angkatan darat dan pasukan khususnya.

Untuk kepolisian telah dipesan, beberapa panser dan helikopter serta beberapa senjata baru langsung dari Libya.

God Bless Timor Leste.

ADEUS, VIVA TIMOR LESTE!!!!

NB: thx untuk mas Rian, yang udah nyertaiin photo kapal perang sebenarnya beserta URL-nya, sebelumnya kita juga g ada informasi tentang kapal itu karena di rahasiakan oleh negara Timor Leste. Terima Kasih sekali lagi mas Rian.

Kapal Perang Pesanan Timor Leste Sebenarnya

Kapal Perang Pesanan Timor Leste Sebenarnya

Berikut URL-nya: http://www.sinodefence.com/navy/littoral/showimage.asp?imagename=shanghai2_01large





Separuh Timor Leste sudah tersambung WiMAX: Indonesia perlu belajar dari Timor Leste

21 11 2009

Oleh Onno W. Purbo (detik.inet)

Dili – Kami berempat, Pak Kemal Prihatman, Pak Muchlis, Pak Harry Sufehmi dan saya, Onno W. Purbo,  berangkat dari Indonesia dengan misi berkontribusi membantu IT di Timor Leste khususnya dalam bidang open source. Kami berada di Timor Leste antara tanggal 1-5 Juni 2009.

Separuh Timor Leste Tersambung WiMAX

Separuh Timor Leste Tersambung WiMAX

 

Kami di sambut oleh teman-teman dari Ministry of Infrastructure Timor Leste sebuah lembaga yang bertanggung jawab untuk masalah telekomunikasi, jalan dan energy. Teman yang menyambut kami adalah Pak Paulo Dacosta, Pak Hilman Akil dan dua orang staff wanita. Pak Paulo Dacosta yang merupakan salah seorang manajer di Ministry of Infrastructure. Sedang, Pak Hilman Akil merupakan advisor untuk Direktorat National ICT di bawah Ministry of Infrastructure.

Dalam obrolan awal kami dengan teman-teman dari Timor Leste ini, hal yang akan menarik bagi kita di Indonesia adalah keberhasilan Ministry of Infrastructure Timor Leste, yang di pimpin oleh Pak Pedro Lay da Silva salah seorang lulusan Atmajaya. Timor Leste sedang implementasi National Connevtivity Project (NCP) dilakukan oleh Directorate National ICT dari Ministry of Infrastructure, yang di pimpin oleh Pak Flavio C. Neves lulusan UGM.

Melalui NCP, Ministry of Infrastructure Timor Leste berhasil menyambungkan 5 distrik dari 13 distrik yang ada di Timor Leste menggunakan WiMAX. Hampir setengah dari Timor Leste tersambung WiMAX. Di samping itu mereka juga mengoperasikan VoIP atau lebih tepat-nya Next Generation Network (NGN) seperti yang kita kenal di VoIP Rakyat di atas  infrastuktur WiMAX mereka.

Hal ini menjadikan biaya telekomunikasi secara keseluruhan akan menjadi rendah. Naga-naga-nya Indonesia tertinggal jauh dan harus belajar ke Timor Leste dalam implementasi WiMAX & NGN.

Directorate National ICT di bawah Ministry of Infrastructure Timor Leste pada saat ini sedang mengimplementasikan National Connectivity Project (NCP) yang merupakan infrastruktur kunci untuk e-government Timor Leste yang akan datang. Dikawal oleh Pak Hilman Akil seorang Indonesia, seorang alumni MIT Amerika Serikat, yang menjadi advisor untuk Directorate National ICT proses tender hingga pengawalan implementasi national connectivity project dilakukan.

Pada dasarnya National Connectivity Project (NCP) ini lahir dari kebutuhan akan komunikasi data untuk seluruh jajaran pemerintah di Timor Leste. Proyek ini akan mendukung komnunikasi data antara departemen dengan departemen lainnya, maupun antara Dili dengan pemerintahan distrik.

Di dalam implementasinya, NCP ini ada tiga Phase, yakni Phase-1 untuk Dili, Oecusse dan Baucau, Phase-2 untuk Maliana, Ermera, Suai, dan Batugade (di perbatasan), dan Phase-3 Ainaro, Liquica, Aileu, Manatuto,Same, dan Viqueque dan Phase tambahan untuk Perbatasan, yakni Sakato, Salele dan Bobomento.

Seluruh distrik seluruh negara Timor Leste kemungkinan akan tersambung secara penuh paling tidak akhir tahun 2009 atau awal 2010. Antar Distrik digunakan infrastruktur VSAT menggunakan satelit Telkom-2. Dari ibu kota distrik, antar kantor pemerintah digunakan WiMAX versi 802.16d yang bekerja pada frekuensi 3.5GHz. Sedang di dalam gedung pemerintah digunakan WiFi dan jaringan LAN.

Yang lebih mengagumkan, seluruh proses National Connectivity Project (NCP) dilakukan dalam waktu yang singkat. Agustus 2008 konsep NCP mulai dimatangkan. Termasuk proses study banding terhadap berbagai negara yang telah melakukan implementasi WiMAX seperti di Nauru. Ada 18 peserta tender yang ingin berpartisipasi di NCP dari berbagai negara seperti Australia, Portugal, Singapore, Singapore, Indonesia, dengan 9 prakualifikasi, tapi hanya 7 peserta yang memasukan dokumen. Proses tender di menangkan oleh Telkom Indonesia International yang di pimpin oleh Pak Mulya Tambunan.

Proses transfer teknologi di lakukan dengan baik. Untuk tahap pertama, implementasi di tiga Distrik, Telkom Indonesia International yang melakukan implementasi sambil melakukan training terhadap orang Timor Leste.

Untuk dua (2) distrik selanjutnya, proses implementasi dilakukan oleh teman-teman dari Timor Leste sendiri dengan panduan dari Jakarta. Ada sekitar 30-an orang Timor Leste yang direkrut sebagai help desk dan call center untuk implementasi National Connectivity Project (NCP). Salah satu kunci sukses dari NCP adalah alokasi budget untuk capacity building, penaikan kapasitas dari kemampuan SDM, termasuk di dalamnya beasiswa untuk staff NCP untuk belajar ICT. Seperti Linda salah satu staff NCP ternyata lulusan STT Telkom (sekarang IT Telkom di Bandung).

Demikian laporan singkat dari perkembangan Timor Leste di bidang ICT yang tampaknya jauh lebih maju dari apa yang kita sangka di Indonesia. Kita tampaknya perlu belajar juga ke Timor Leste.





Parliament Divided Over Proposed Massive Pay Hikes for Timor Politicos (Ekonomi Timor Leste)

4 10 2009

Ekonomi Timor Leste

by: Tempo Semanal

On 29 September 2009 Parliament became deadlocked over divisionsgenerated over the proposals to increase salaries for political posts such as:
1) President of the Republic
2) Prime Minister
3) President of the National Parliament
4) Ministers 5) Secretaries of State
5) Secretaries of Parliamentary Committees
6) Presidents and Vice Presidents of Parliamentary Special Commissions
7) Presidents and Vice Presidents of Political Party benches in Parliament
Some Member of Parliament increases more than 600% from $450/month to up to $3,250/month – plus @2,437.50 bonus. Total minimum Member of Parliament income $5,687.50/month. (equivalent to 60 months salary, or 5 years salary for persons on minimum wage $95/month).
The salary for President of the National Parliament will increase 300% from $1,000/month to $4,000/month – plus monthly bonus increase 700% from $500/month to $4,000.00. As a result Fernando Lasama will be earning $8,000/month.
Deputy Speakers and Leaders of each bench will receive $3,500/month – plus bonus $2,800/month, for a total of $6,300/month.
Ordinary Members of Parliament monthly salary will increase to $3,250/ month – plus a bonus of $1,950 for a total of $5,200/month.
The Secretary for each Commission [Committee] and Leaders of sub- Commissions each receive $3,250/month – plus a monthly bonus of $2,112.50/month for a total of $5,362.50/month.
The Prime Minister will receive $8,000/month.
The two Deputy Prime Ministers will receive monthly salaries of $3,500, plus a bonus of $2,800/month for a total of $6,300/month.
Ministers will receive $3,200/month, plus a bonus of $2,437.50/month for a total of $5,687.50/month.
Deputy Ministers and Secretaries of State will receive $3,000/month, plus a bonus of $2,100, for a total of $5,100/month.
The President of the Republic every month will receive $10,000.
Timor-Leste is the poorest country in the region and one of the poorest in the world.
Most of its budget is derived from Oil and Gas revenue, and income tax only generated $40 million in this year.
Sustainability of these proposed pay increases is in serious doubt even if passed.
Mr. Manuel Tilman, Member of Parliament is determined to defend these increases, stating that the Oil Fund can pay the increases.
The Timorese Members of Parliament are seeking to benefit from their political positions while most Timorese in the rual areas still do have adequate roads, water supply, electricity and other basic needs.
While State expenditure will pay for these salary increases most Timorese MPs remain absent from work much of the time on Mondays and Tuesdays, and the majority only attend in a tardy fashion.
“I think that Parliament has to serve the peoplebut they always do what they want for themselves first,” said Fransisco Soares, a university student. “They have no morals,” and he continued to challenge the Members of Parliament. “They should be ashamed of themselves by increasing their own salaries..

Last year University Students protested over the Parlaimentary purchase of 65 vehicles for Members of Parliament, these proposed salary increases are approximately 5,000% more expensive than the new
vehicles.

NB: Viva Timor Leste Terkini 2009