Fakta Seputar Timor Leste (Invansi dll)

8 01 2010

Sebelum membicarakan hal ini kiranaya saya ingin menceritakan terkebih dahulu tentang penjajahan pada zaman kolonial.

Fakta Seputar Timor Leste

Fakta Seputar Timor Leste


Indonesia sendiri pada beberapa puluhan tahun yang lalu ketika perang dunia ke II masih hangat dan negara – negara pendukung dan anti blok masih hangat, Belanda datang ke Indonesia dan menjajah tanah tersebut. Jajahan
Belanda tersebut meliputi Aceh hingga Papua Barat dan sebagian Pulau Timor yang sekarang di sebut Timor Barat atau sekarang adalah meliputi NTT dan Timor Barat
tersebut adalah KUPANG. Untuk wilayah Timor Timur sekarang sudah merdeka sebagai sebuah negara tersendiri (Timor Leste) dijajah oleh Portugal.

Setelah Jepang menyerah pada sekutu pada PD II, Jepang menarik diri dari semua bangsa di daerah asia termasuk Indonesia dan Timor Timur waktu itu. Belanda yang tidak kuat melawan
Jepang akhirnya kembali menjajah Indonesia dan begitu juga dengan Portugal yang tidak kuat melawan Jepang akhirnya kembali menjajah Timor – Timur sekitar tahun 1940an.

Pada tahun 1945, Indonesia merdeka dan semua negara jajahan Belanda dijadikan sebagai negara Indonesia, Timor – Timur pada waktu itu masih dijajah oleh Portugal.
Setelah INdonesia merdeka selama 30 tahun dan memiliki angkatan bersenjata yang kuat, mereka berencana menduduki Timor – Timur pada tahun 1975 yang jelas – jelas bukan haknya berdasarkan UUD PBB mengenai daerah jajahan yang mana menyebutkan bahwa daerah yang merdeka hanya meliputi daerah – daerah yang pernah dijajah oleh satu bangsa saja yang lama.  Dan itu berarti Indonesia hanya mencangkup daerah Aceh hingga Papua dan Timor Barat yang semuanya merupakan daerah jajahan Belanda kecuali Timor – Timur yang merupakan daerah jajahan Portugal.

Pada tahun 1975, Portugal memberikan hak kepada semua daerah jajahanya termasuk Timor – Timur untuk menentukan nasibnya sendiri. Timor – Timur juga mulai mempersiapkan
diri untuk merdeka, akan tetapi timbul masalah politik dimana dua partai politik besar saling bertikai yaitu partai UDT dan FRETILIN.
Partai UDT kalah dan meminta bantuan kepada Indonesia untuk membantu menyelesaikan masalah dalam negeri Timor- Timur akan tetapi Indonesia menyambut permintaan tolong
tersebut dengan maksud jahat yaitu untuk mencaplok Timor Timur dan menjadikanya menjadi bagian dari wilayah Indoensia dimana sampai pada tahun 1999 masih ditolak untuk
diakui oleh PBB dan beberapa negara sahabata lain. Akan tetapi Indonesai didukung oleh beberapa negara yang sekarang tergabung dalam ASEAN.

Akhirnya pada tahun 1975, Portugal keluar dari Timor – Timur ke sebuah pulau dekat ibu kota Dili yang bernama pulau ATauro dan mendirikan pemerintahan semenetara disana.
Pada tanggal 28 November 1975, FRETILIN yang sebagian simpatisanya merupakan rakyat kecil jelata dimana mewakili hampir sebagiam rakyat Timor – Timur mendeklarasikan
kemerdekaanya pada tahun 1975 di depan istana kepresidenan Timor – Timur waktu itu. Akan tetapi, deklarasi kemerdekaan tersebut tidak diakui oleh beberapa negara.

Sebulan setelah merdeka, yaitu pada tanggal 7 Desember 1975, Indonesia menyerang Timor – Timur dan menduduki daerah itu, artileri – artileri berat yang
digunakan pada saat melakukan serangan semuanya didukung oleh Amerika termasuk Australia yang saat itu mendiamkan kasus itu.

Rakyat Indonesia sendiri banyak yang tidak tahu mengenai sejarah ini, mereka mengaggap bahwa Timor – Timur adalah bagian dari mereka karena dibohongi oleh pemimpin – pemimpin
mereka dan hingga hari ini juga masih ada banyak rakyat Indonesia yang tidak tahu akan hal ini sungguh sesuatu yangs angat ironis, kemajuan Teknologi Informasi yang pesat akan tetapi
rakyat tetap hidup dalam keadaan tidak tahu. Bahkan seorang jurnalis atau media Indonesia juga tidak tahu sejarah ini dimana akhirnya mereka mempublikasikan berita – berita mengenai
Timor Leste yang hampir 90%nya adalah REKAYASA.

Pada tahun 1999 PBB menyelenggarakan Jajak Pendapat (30 AGustus 1999) seluruh rakyat Timor – Timur yang berhak memberikan suara memilih untuk memisahkan diri
dari Indonesia alias Merdeka. Akan tetapi terjadi kecurangan justru dari pihak Indonesia yang mana memalsukan beberapa dokumen orang – orang bagian NTT dimana
membuat mereka ikut memilih pada waktu itu dan berhasil membuat naik angka pemilihan yang memilih opsi untuk tetap bersama Indonesia dan tindakan itu sia – sia karena semua rakyat kecil menolak Indonesia.
Termasuk anak – anak kecil juga ikut menyaksikan kekejaman Militer Indonesia dan kalo mereka diwawancarai pasti mereka juga memilih merdeka seperti penulis dimana waktu itu berumur sekitar 13 tahun dan telah menyaksikan kekejaman Militer Indonesia terhadap rakyat kecil yang tidak memiliki senjata, mereka justru tidak berani lagi
menghadapi FALINTIL waktu itu, karena leluhur Timor Timur juga tidak pernah memberikan ijin bagi bangsa Indonesia untuk menduduki Timor – Timur.

Setelah merdeka, Timor – Timur kembali menata hidup semua perekonomian beranjak dari NOL. Semua bangunan dan perumahan rakyat kecil dimana perumahan rakyat kecil tersebut tidak sepeser pun dibantu oleh Indonesia waktu itu untuk
membuatnya tetapi dihancurkan juga oleh Militer Indonesia. Begitulah sikap militer Indonesia selama 24 tahun menjajah Timor – Timur.
Timor – Timur dalam bahasa Portugis yang berarti Timor Leste hari ini sudah mulai menata kembali hidup mereka. Perekonomian yang dulu pada tahun 1999 NOL sekarang sudah berangsur pulih.
Rakyat Timor Leste mendapat banyak kesempatan untuk memimpin sendiri negerinya, dan rakyat Timor Leste juga tetap menerima beberapa kepala keluarga dari negara tetangga Indonesia
yang memilih untuk tidak meninggalkan Timor – Timur pada tahun 1999. Mereka sekarang ini diberikan kebebasan untuk melaksanankan roda perekonomianya di ibu kota Dili dan mereka bersama dengan sebagain rakyat
Timor Leste yang menganut agama Islam telah bekerja sama membangun mesjid di beberapa wilayah di Timor Leste.
Jumlah jiwa yang tetap bertahan di Indonesia
dan saat ini telah mengajukan permohonan untuk menjadi warga negara Timor Leste mencapai 3000 lebih jiwa. Mereka hidup damai dengan rakyat Timor Leste.

Invansi Indoensia di Timor Leste

Invansi Indoensia di Timor Leste

Rakyat Timor Leste memiliki pola pikir bahwa, Rakyat Timor Leste dan Rakyat Indonesia semuanya tertekan dan dibuat tak berdaya pada satu rezim saja yaitu rezim orde baru dan Amerika mendukungya pada masa – masa itu.
Rakyat Timor Leste tidak pernah membenci rakyat Indonesia tetapi membenci rezim di Indonesia yaitu rezim Orde Baru. Akan tetapi rakyat Timor Leste mencintai haknya untuk merdeka dimana pada rezim orde baru tersebut telah dirampas.

Rakyat Timor Leste mencintai Rakyat Indonesia dan sampai saat ini kedua negara sudah saling menolong. Timor Leste yang mengandalkan MINYAK TIMOR Zona C sebagai basis
perekonomianya dimana zona C ini memiliki potensi minyak hingga 50 tahun. Untuk ZOna A di laut dan beberapa lagi celah minyak di daratan merupakan
aset tiada ternilai Timor Leste untuk 50 tahun setelah zona C tersebut. Ekspor pertanian Timor Leste sekarang meliputi Kopi, kelapa dan kayu Cendana. Kemiri dan vanila hanya sebagian kecil saja.

Yang ingin dijelaskan oleh penulis disinia bahwa:
1. Untuk kedepanya dengan memehami Sejarah ini, rakyat Indonesia dan Timor Leste jadi lebih akrab lagi.
2. Untuk bersatu melawan kepentingan serta kelicikan Australia dan Amerika.

Wasalam.

About these ads

Actions

Information

8 responses

12 04 2010
andi

info yang menarik, saya jadi lebih tau tentang sejarah timor leste baik sewaktu berintegrasi dengn indonesia (dijajah meenurut versi timor leste) maupun sesudah merdeka. klo bisa informasikan apa adanya tentang perilaku indonesia sewaktu di TL, jangan takut melanggar hukum karena indonesia skarang sudah demokrasi tidak seperti dulu. dan saya bisa lebih tau tentang sejarah yg sebenarnya. jika perlu didukung dengan fakta2 yg ada baik foto maupun video sehingga bisa dijadikan referensi buat kita semua.
trima kasih salam dari blogger indonesia.

22 07 2010
mataqoi

timor leste ….eu te amo ……

26 09 2010
arie

sependapat dengan artikel diatas.
walaupun saya bukan orang timor leste tapi saya mendukung apa yang dilakukan oleh warga timor leste.

wasalam.

20 02 2013
anakrantau

dan baru saya tahu kalau Timor -timor (timor leste) bergabung dengan indonesia di tahun 1975. saya kira Timor leste bergabung dgn indonesia di tahun 1945 rupanya tidak. Nice info
salam saya dari Sumatera utara,Indonesia

7 04 2013
Agus Harianto

Sependapat semua, justru sekarang ini yang patut kita waspadai adalah upaya Amerika & Sekutunya untuk menguasai Asia

15 07 2013
Antonieta

mungkin itulah alasan knapa slama sya mngnyam pndidikan d’Indonesia tidak ada stupun guru sejarah yg mmbahas ttg Pro Integrasi dn kejadian thun 75.mkasih buat infonya,min.Ohya,klo bleh tlong bagi info ttg kasus Balibo.Gbu.

23 09 2013
suping

semoga rakyat indonesia & Timor Leste selalu damai walaupun sdh berbeda negara.

30 10 2013
Reuben Cornelius Fernando Rompis

Hidup timor leste, bangun terus perekonomianmu, sekarang rakyat indonesia sudah paham dan mengerti akan cerita sejarah dan masa lalu, semoga kedepannya timor leste dan indonesia dapat menjalin kerjasama ekonomi dll.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 52 other followers

%d bloggers like this: