Penentang Rezim Orde Baru Indonesia

Penentang Rezim Orde Baru Indonesia

Mahasiswa Timor - Timur Mengelar Demonstrasi Depan DEPLU INdonesia di JKT-1996

Mahasiswa Timor - Timur Mengelar Demonstrasi Depan DEPLU INdonesia di JKT-1996

Timor Leste adalah salah satu faktor penentu runtuhnya rezim dikatator Soeharto di indonesia. Kasus penjajahan negara
Timor Leste oleh Indonesia merupakan agenda pertama di dunia Internasinlal yang sering dilontarkan kepada indonesia, mulai dari kritikan kepada menteri luar negeri Indonesia yang melakukan kunjungan luar negeri hingga berbagai media asing yang menggabarkan berita pendudukan tersebut.

Mahasiswa Timor - Timur Mengelar Demonstrasi Depan DEPLU INdonesia di JKT-1996

Mahasiswa Timor - Timur Mengelar Demonstrasi Depan DEPLU INdonesia di JKT-1996

Pada zaman orde baru dimana kediktatoran Soeharto menutup jalan bagi kebebasan berekspresi dan berpendapat mengakibatkan banyak pemikir muda di negeri Indonesia tidak dapat menyalurkan aspirasinya seperti hari ini. Semua media dikontrol dan setiap penayangan di televisi di sensor.
Pasa saat itu segala bentuk DEMONSTRASI di larang oleh pemerintah dan tidak ada yang berani dengan kekuasaan Soeharto.

Ketika tidak ada seorangpun yang berani melakukan demonstrasi, mahsiswa Timor – Timur sejawa – Bali memberanikan diri untuk melalukan demonstrasi. Pada tahun 1993 – 1997 Mahasiswa Timor Timur melaksanankan aksi demonstrasinya.
Aksi demonstrasinya dilakukan di berbagai pusat kota di Jakarta.

Aksi demonstrasi para mahasiswa Timor Timur tersebut mendapat banyak dukungan dari berbagai pihak di Indonesia yang menentang rezim dikator Soeharto tersebut. Demonstrsi tersebut dilakukan secara damai  dan para demonstran Timor – Timur seperti di Bundaran Hi pada tahun 1996 dikepung oleh tentara dan polisi Indonesia dengan senjata lengkap, para demonstran di tangkap, dipenjara dan ada yang dibunuh. Para demonstran Timor – Timur membawa bendera Timor – Timur waktu itu dan berbagai spanduk yang merupkan titipan dari bebrapa orang Indonesia anti OrBa juga dibentangkan yang mana banyak diantranya bertuliskan Lepaskan Timor – Timur Melalui Jalan Referendum, Usut Tuntas Pelanggran HAM di Timor – Timur, Aceh dan Papua dan Pulihkan Demokrasi.

Dalam rentang tahun tersebut, demonstrasi seirngkali dilakukan oleh Para Mahasiswa Timor – Timur, dan seperti biasa mereka sering diteror oleh para tentara dan polisi pada waktu itu. Tentara – tentara tersebut melakukan aksi dorong dan pamer otot dengan para demosntran, dimana para demosntran juga menantang tentara – tentara tersebut dengan kata – kata berikut: “Tembak disini kalau berani” sambil menunjukan dadanya kepada para tentara tersebut. Dan sering kali juga para demonstran yang sebagian besar juga berotot mengjakan para tentara untuk berduel tanpa senjata, dan para tentara dan polisi tersebut menatap mereka seolah ingin membunuh mereka. Dan itu yang terjadi, para mahasiswa dibawah ke suatu lorong di Jakarta dibawah tanah dimana para mahasiswa tersebut dimasukan dan menurut beberapa inteljen timor – Timur yang bekerja pada militer Indonesia mengatakan bahwa perintah tersebut datang dari Prabowo, akan tetapi karena beberapa mahasiswa tersebut yang kabur sewaktu kabur menginformasikan kepada Palang Merah Indonesia, maka para mahasiswa akhirnya dibebaskan.

Runtuhnya orde baru juga karena masalah Timor – Timur, karena tekanan luar negeri yang sangat banyak sehingga membuat para diplomat inodnesia sering dilecehkan oleh para aktivis HAM dunia. Para aktivis HAM dunia tersebut rata – rata dihuni oleh orang – orang Timor – Timur yang hidup di pengasingan karena invansi Indonesia seperti di Inggris, Amerika, Portugal dan beberapa negara di Eropa.

Akan tetapi setelah orde baru runtuh, media – media sekarang di Indonesia sekarang justru semakin out of control, para reporter dan presenter yang dulunya tidak perbah tamnpak sekarang TAMPAK layaknya Pahlawan. Mereka sering menyamaikan berita yang kontroversial dimana mengundang ketidakstabilan dalam negeri indonesia, dan apalagi kalau seputar Masalah dan Krisis Timor Leste, maka para media tersebut bahu – membahu dan penuh semangat yang berapi- api memberitakan berita seputar Timor Leste yang dikarang – karang. Kasus desersi Militer di Timor Leste pada tahun 2006 misalnya, beberapa media Indoensai bahkan mengembor – gemborkan krisis tersebut seolah – olah ingin Menyampaikan Kepada Rakyat Indoensia bahwa “Beginilah Akibat merdeka”, padahal mereka lupa atau memang TDAK TAHU bahwa Indoensia setelah merdeka pada tahun 1945 juga mengalami banyak maslaah dan krisis, ataukah mereka tidak pernah tahu bahwa Timor – Timur diajjah oleh Indonesia pada tahun 1975 dan bukan 1960an ataupun 1940an….KACANG LUPA KULIT???? Ya tentu….

Penulis ingin menyampaikan bahwa semangat demokrasi dan kebebasan ber-expresi hendaknya diisi dengan berbagai kegiatan pers yang bertujuan untuk menyatukan rakyat dimana saja di seluruh negera di dunia, dan tidak menggabarkan berita – berita bohong seperti yang dilakukan Pemerintah Amerika dan Media Amerika akan kebohongan kepemilikan senjata chemical dan biological di Irak, dan akhirnya masyarakat internasional percaya dengan Rezim george Bush tersebut dan ikut ikutan mendukung INVANSI AS atas IRAK, ironisnya rakyat AS juga percaya. Sampai kini juga isu TERORISME yang dibuat Amerika membawa Amerika menduduki Afghanistan…Begitulah rezim ORDE BARU Pimpinan SOEHARTO dulu, yang mana sebagian besar Pimpinan Militernya merupakan anak didik Amerika dimana isu dan cara yang sama dipakai oleh Rezim Soeharto dan cara – cara tersebut hingga kini masih banyak diaplikasikan oleh beberapa media Indonesia untuk memberitakan KEBOHONGAN seputar Timor – Leste.

“God Bless Timor Leste”

2 thoughts on “Penentang Rezim Orde Baru Indonesia

  1. “”setelah orde baru runtuh, media – media sekarang di Indonesia sekarang justru semakin out of control, para reporter dan presenter yang dulunya tidak perbah tamnpak sekarang TAMPAK layaknya Pahlawan””

    Los duni,,

    Masa Orde baru dalam pemerintahan Soeharto tidak ada organisasi, kelompok atau yg sejenis yang berani beraksi menentang pemerintahan yang sangat otoriter,,
    Sekarang malah berlagak pahlawan.!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s