Film Korea Tentang Anak-Anak Timor-Leste “A Barefoot Dream” Disyuting di Timor-Leste Pada Tahun 2004 (KISAH NYATA)

A Barefoot Dream [Korea|2010]

BERDASARKAN KISAH NYATA!!! SYUTING DI TIMOR-LESTE PADA TAHUN 2004, DAN DIRILIS KE PUBLIK PADA TAHUN 2010, DAN DISELEKSI OLEH LEMBAGA FILM KOREA – SELATAN UNTUK MASUK OSCAR NOMINEE UNTUK FILM SEMI-DOKUMENTER.

Tidak jarang kekuatan sebuah mimpi, harapan, dan kepercayaan diangkat menjadi tema pokok dalam suatu film. Di tahun 2010 ini, A Barefoot Dream yang merupakan sebuah film drama korea adalah salah satunya. Bersama Tae-gyun Kim yang sebelumnya dikenal melalui WaSanGo (Volcano High) di tahun 2001 dan Crossing pada 2008 duduk di bangku sutradara, film ini sukses menjadi official selection Korea di ajang Academy Awards 2010 untuk “bertarung” dengan banyak film dari Negara lainnya, termasuk Alangkah Lucunya (Negeri Ini) dari Indonesia dalam kategori Best Foreign Language.

TONTON FULL MOVIENYA DI YOUTUBE DENGAN MENG-CLICK URL DIBAWAH INI:

[ http://www.youtube.com/watch?v=jL7s9k69B6w ]

 

Bercerita mengenai Kim Wong-Kang, mantan pemain tim nasional sepak bola Korea Selatan yang mengalami kegagalan dalam berbisnis di Kalimantan pada akhir tahun 90-an. Kegagalannya itu membuat dirinya memutuskan untuk melakukan perjalanan ke Timor Leste yang ketika baru saja merdeka lepas dari Indonesia dengan besar harapan dan anggapan bisa mudah memulai bisnis baru di Negara pertama yang merdeka di abad ke-21 tersebut. Namun ternyata anggapannya salah, Kim kembali mengalami kegagalan di bisnisnya kali ini. Berbekal pengalamannya sebagai pemain sepak bola, Kim banting setir menjadi pelatih tim sepak bola remaja setempat setelah kegagalannya yang kedua. Namun sayang, keinginan mulianya itu harus diwarnai dengan perjuangan yang tidak mudah, penuh cobaan dan ujian dari lingkungan sekitarnya termasuk keadaan Timor Leste yang masih belum stabil oleh banyaknya baku tembak dan kerusuhan yang masih terjadi. Bagian awal film ini terkesan masih kurang tegas dan seakan-akan masih meraba dalam membawa dan menyuguhkan cerita film. Hal ini terlihat pada pengemasan drama yang bisa dikatakan kurang berhasil dalam membawa emosi penonton. Pun pada pada penggunaan bahasa yang beragam dan terkesan tak beraturan, yah dalam film ini digunakan bahasa Korea, Inggris dengan aksen Korea, Jepang, Timor Leste, dan tidak ketinggalan pula bahasa Indonesia.

Penggunaan multi bahasa yang kurang sempurna ini menurut saya cukup mengganggu, meskipun saya tahu tujuan utamanya adalah mungkin untuk menambah kesan real dalam film yang diangkat dari kisah nyata ini. Namun keadaan itu tak berlangsung lama, perlahan film ini mulai mampu berjalan teratur dengan kisah drama yang lebih baik. Masalah multibahasa yang sebelumnya terkesan tidak beraturan pun mulai bisa saya pahami dan bahkan menikmati. Tidak jarang hal itu malah membuat saya tertawa, tentunya dengan beberapa scene humor oleh tingkah konyol Kim dan karakter lainnya yang sempat mengundang tawa atau paling tidak tersenyum saat menyaksikannya. Selain diisuguhkan dengan begitu banyak scene drama tearjerker yang mampu menguras air mata, film ini juga memberikan scene yang memacu adrenalin penonton. Hal ini bisa ditemui di bagian kerusuhan yang sempat terjadi di Timor Leste dan scene pertandingan sepak bola antar tim nasional junior Timor Leste melawan tuan rumah, Jepang di kejuaraan sepak bola junior internasional. Khususnya pada bagian pertandingan sepak bola, scene ini benar-benar telihat nyata, seolah kita menyaksikan pertandingan sepak bola yang sesungguhnya. Atmosfer pertandinganpun seakan sampai di dalam studio bioskop lengkap dengan ketegangan yang ditimbulkan dan memaksa kita untuk turut merasakannya. Terlepas dari kesan ketidakberaturan di bagian awal, ternyata film ini berhasil diselesaikan dengan baik dan sukses menjadi paket lengkap suguhan menghibur yang sarat akan makna juga pelajaran hidup yang bisa diteladani. Berangkat dengan tema mimpi dan harapan, A Barefoot Dream berakhir sebagai sebuah kisah inspiratif yang memotivasi kita untuk mewujudkan mimpi yang kita punya.Yeah, that’s what we said that a dream, hope, and trust could lead our life. The Sandsrate: 4.5/5 Credits:  Director: Tae-gyun Kim Casts: Hee-soon Park, Kei Shimizu

SUMBER: http://ardnas20.wordpress.com/2010/10/25/a-barefoot-dream-korea2010/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s