Memata-Matai Timor-Leste Oleh Damien Kingsbury -Bagian I

Memata-Matai Timor-Leste

Oleh Damien Kingsbury

Bagian-I

Dibutuhkan beberapa bulan untuk memainkannya, tetapi Australia akhirnya didepan Pengadilan Internasional untuk memutuskan
apakah boleh atau tidak, telah bertindak secara resmi dalam menciptakan pembagian di Laut Timor dengan Timor-Leste. Untuk saat ini, taruhanya adalah Perbatasan Teritorial antara Australia dan Timor-Leste dan maka dari itu, mengontrol juga miliran dollar dari sumber-sumber minyak dan gas.

Melihat kembali ke tahun 2000, ketika Timor-Leste sedang dalam tahap membangun kembali dari reruntuhan infrasktrukturnya dan sedang mempersiapkan diri untuk mendeklarasikan pemulihan hari kemerdekaanya, Australia mendesak untuk tetap pada pendirianya dalam Perjanjian Timor Gap (Timor Gap Treaty), yang mana secara buruk telah disetujui dengan Indonesia pada tahunn 1989.

Peta-Lengkap-Dari-Perjanjian-Perjanjian-di-laut-Timor

Peta-Lengkap-Dari-Perjanjian-Perjanjian-di-laut-Timor

Perjanjian ini adalah bagian dari persetujuan diam-diam Australia untuk mendukung Pendudukan Brutal Indonesia pada tahun 1975 dan selanjutnya menduduki Timor-Leste, yang mana akibatnya lebih dari sepertiga penduduk Timor-Leste tewas, hal ini secara khusus sangat menyakiti Timor-Leste.

Bahkan Timor-Leste pada waktu itu belum membentuk pemerintahan, Australia telah mendesak dirinya untuk mengejar kepentingan-kepentingan nasionalnya. Kepentingan-kepentingan tersebut adalah Teritorial dan Komersial. Akan tetapi ada juga kepentingan pribadi.

Tokoh yang memimpin kasus Australia pada waktu itu adalah Menteri Luar Negeri AUstralia, Alexander Downer.

Downer yang selanjutnya menggunakan mata-mata Australia untuk menyadap ruang kantor kabinet Perdana Menteri Timor-Leste selama negosiasi berlangsung, dimana hal ini sangat bertentangan dengan hukum Timor-Leste.
Timor-Leste menganggap bahwa, tindakan-tindakan mata-mata itu yang akhirnya membuat tidak berlakunya perjanjian yang telah disepakati. Dalam kehidupanya setelah pensiun dari dunia politik, melalui perusahaan konsultasinya yang bernama Bespoke Approach, Downer menjadi seorang konsultan dengan bayaran tinggi di perusahaan negara Australia yang bernama Woodside Petroleum tersebut.

Perusahaan Bespoke Approach adalah sebuah perusahaan milik Downer. Woodside Petroleum adalah pemegang saham terbesar di lahan sengketa Greater Sunrise di Laut Timor. Woodside Petroleum adalah perusahaan hidrokarbon Australia (BUMN) dan bertugas untuk memasok lebih banyak milyaran dollar ke Australia dari rencana-rencananya.

Pengacara-Timor-Leste-Mr. Lauterpacht-Duduk di TENGAH-di-Pengadilan-Internasional-di-Den-Hague-Belanda-February-2014

Pengacara-Timor-Leste-Mr. Lauterpacht-Duduk di TENGAH-di-Pengadilan-Internasional-di-Den-Hague-Belanda-February-2014

Selama negosiasi-negosiasinya dengan Timor-Leste yang tak punya income di awal-awal tahun pemulihan kemerdekaanya, Downer mengatakan, apabila Timor-Leste tidak setuju untuk tetap mempertahankan perjanjian yang telah ada (merujuk pada perjanjian batas laut yang ditandatangani Indonesia dan Australia pada tahun 1989), pendapatan dari Minyak Timor Gap akan beku. Tanpa pendapatan itu, Pemerintah Timor-Leste akan jatuh dan rakyatnya akan kelaparan.

Menurut laporan-laporan yang ada pada waktu, Downer mengatakan kepada Perdana Menteri Timor-Leste pada waktu itu Mari Alkatiri bahwa, pendekatan ini adalah “sebuah pelajaran dalam berpolitik“. Timor-Leste pada waktu itu secara efektif telah diperas, Downer menandatangani perjanjian tahap pertama pada tanggal 20 Mei 2002, di hari yang sama ketika Timor-Leste merayakan Hari Pemulihan Kemerdekaanya.

Akan tetapi, perjanjian itu belumlah lengkap, dan hanya mengalokasikan 18 persen saja pendapatan dari sumur minyak, dan akhirnya dua perjanjian berikutnya perlu ditanda-tanggani lagi. Hal ini akhirnya pada tahun 2006, menghasilkan penandatanganan lagi sebuah perjanjian yang bernama CMATS (Certain Maritime Agreements in the Timor Sea), yang mana dalam salah satu pasal dalam perjanjian itu menuliskan bahwa, kedua negara tidak akan membicaran batas laut sampai 50 tahun kedepan, terhitung dari ditanda-tangganinya perjanjian ini, dimana, setelah 50 tahun, minyak dan gas di area kerjasama ini akan sepenuhnya menjadi kering.

 

Bersambung…

 

 

One thought on “Memata-Matai Timor-Leste Oleh Damien Kingsbury -Bagian I

  1. We’ll done, informasi yang jujur dan Benar….semoga orang2 Indonesia mendapatkan info2 yg benar,ttg implikasi (abri) TNI pd th 1974/75 di Timor-portugis….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s