TIMOR’S OIL – By Tom Clarke

TIMOR’S OIL

This article is part of Right Now’s March issue, focusing on East Timor.

By Tom Clarke

Published March 10, 2014

Since the discovery of vast oil deposits under the Timor Sea in the early 1970s, oil has been the ever-present third player in Australia’s relationship with East Timor.

Prior to the Indonesian invasion of East Timor, Australia’s ambassador to Indonesia Richard Woolcott infamously sent a cable back to his political masters in Canberra suggesting Australia’s chances of securing a more lucrative deal over the Timor Sea resources would be better if Indonesia controlled East Timor. It read:

“This could be much more readily negotiated with Indonesia by closing the present gap than with Portugal or an independent Portuguese Timor.”

This set the tone for the next 25 years of Australia’s response to Indonesia’s illegal occupation of East Timor which saw the death of over 200,000 Timorese men, women and children. Australia was all too eager to cosy up to the Suharto dictatorship for political and economic gain.

The 1989 Timor Gap Treaty confirmed this for the world to see.

The treaty was signed by Australia’s foreign minister at the time, Gareth Evans, and Indonesia’s foreign minister, Ali Alatas, as they clinked champagne glasses in an aeroplane flying high above the Timor Sea. Two men divvying up resources that did not belong to either of the nations they represented. It was Timor’s Oil.

 

Platform-Bayu-Undan-2012

Platform-Bayu-Undan-2012

Today, an independent East Timor enjoys 90% of the government revenue from one of the key fields in the Timor Sea, Bayu-Undan. However, the dispute over other significant deposits located nearby is still raging and some deposits, namely the Laminaria-Corallina fields, have nearly been depleted without Timor receiving a cent.

The dispute is likely to continue in one form or another until permanent maritime boundaries are established between East Timor and Australia.

East Timor has never had permanent maritime boundaries. It wants permanent boundaries and, as a sovereign nation, it is entitled to have them. Australia however, has consistently refused to establish boundaries with East Timor. Instead it has jostle our tiny neighbour into a series of temporary resource sharing arrangements – all of which short-change East Timor out of billions of dollars in government revenues to which it is entitled.

To understand the complexities of the current dispute, it helps to step through the various milestones that led to the current state of play.

In 1972 Australia and Indonesia agreed on a seabed boundary. This was based on the now out-dated “continental shelf” argument and the boundary was a lot closer to Indonesia than Australia. Because Portugal, the then colonial ruler of Timor, did not participate in the negotiations, a gap was left in the boundary. This became know as “The Timor Gap”.

Continue reading

MINYAK TIMOR – Oleh Tom Clarke

MINYAK TIMOR
Artikel ini adalah bagian dari edisi Maret Right Now , dengan fokus pada Timor Timur .

(Diterjemahkan dengan bantuan Google Translate)

Oleh Tom Clarke

Sejak penemuan cadangan minyak besar di bawah Laut Timor pada awal tahun 1970an , minyak telah menjadi pemain ketiga yang selalu ada dalam hubungan Australia dengan Timor Timur.
Sebelum invasi Indonesia ke Timor Timur, Duta Besar Australia untuk Indonesia Richard Woolcott secara memalukan mengirimkan pesan kabel kembali ke master politiknya di Canberra, menunjukkan kemungkinan mengamankan kesepakatan lebih menguntungkan atas sumber daya Laut Timor, Australia akan lebih baik jika Indonesia menguasai Timor Timur . Bunyinya:
Ini bisa lebih mudah dinegosiasikan dengan Indonesia dengan menutup kesenjangan ini dibandingkan dengan Portugal atau Timor Portugis merdeka.
Ini mengatur nada untuk 25 tahun ke depan, respon Australia terhadap pendudukan ilegal Indonesia atas Timor Timur yang melihat kematian lebih dari 200.000 orang Timor, pria, wanita dan anak-anak. Diatas segalanya, Australia terlalu bersemangat untuk nyaman dengan kediktatoran Suharto untuk kepentingan politik dan ekonominya.
The Timor Gap Treaty 1989 menegaskan hal ini bagi dunia untuk melihat masalah ini.
Perjanjian itu ditandatangani oleh menteri luar negeri Australia pada saat itu , Gareth Evans , dan Menteri Luar Negeri Indonesia, Ali Alatas , karena mereka bersulang gelas sampanye di pesawat terbang yang terbang tinggi di atas Laut Timor. Dua pria ini membagi- sumber daya yang tidak termasuk dalam salah satu negara yang mereka wakili,itu adalah Minyaknya Timor.

Platform-Bayu-Undan-2012

Platform-Bayu-Undan-2012

Hari ini , Timor Timur yang merdeka menikmati 90 % dari pendapatan pemerintah dari salah satu bidang utama di Laut Timor, yaitu lading minyak dan gas Bayu -Undan. Namun, sengketa deposito penting lain yang terletak di dekatnya masih mengamuk dan beberapa deposito, yaitu bidang Laminaria – Corallina, telah hampir habis disedot tanpa Timor menerima satu sen pun.
Sengketa ini kemungkinan akan berlanjut dalam satu bentuk atau lain sampai batas maritim permanen dibangun antara Timor-Timur dan Australia.

Continue reading

Mahkamah Internasional Perintahkan Australia Stop Sadap Timor Leste

Australia diminta tidak buka dokumen yang mereka sita.

Kantor Imigrasi Timor-Leste di Perbatasan Kupang, Indonesia  - Timor-Leste (Sumber: edyraguapo.blogspot.com)

Kantor Imigrasi Timor-Leste di Perbatasan Kupang, Indonesia – Timor-Leste (Sumber: edyraguapo.blogspot.com)

VIVAnews – Mahkamah Internasional (ICJ) memerintahkan Australia berhenti menyadap dan memata-matai komunikasi pemerintah Timor Leste terkait kasus sengketa wilayah migas. Selain itu, ICJ juga memerintahkan Australia menutup rapat dokumen dan data elektronik yang disita dari kantor pengacara Timor Leste, Bernard Collaery, Desember silam hingga kasusnya selesai.

Keputusan ini disampaikan dalam sidang dengar di ICJ pada Selasa, 4 Maret 2014. Collaery merupakan salah satu anggota tim pengacara yang membawa kasus perjanjian bilateral soal pengaturan maritim di Laut Timor (CMATS).”Australia tidak boleh menghalangi dengan cara apa pun komunikasi antara Timor Leste dengan tim penasihat hukumnya terkait arbitrase yang tertunda di bawah kesepakatan Laut Timor pada 20 Mei 2002. Selain itu, Australia juga dilarang menghalangi negosiasi bilateral terkait pembatasan maritim atau prosedur terkait di antara kedua negara, termasuk kasus yang kini tengah ditangani,” ungkap Presiden ICJ, Peter Tomka, dilansir Sydney Morning Herald.Keputusan itu didukung 15 hakim panel ICJ. Satu-satunya yang menentang keputusan tersebut adalah mantan Hakim Pengadilan Tinggi, Ian Callinan, yang ditunjuk mewakili Australia.Sebenarnya tujuan awal penggugatan Australia ke ICJ adalah agar seluruh dokumen yang disita agen intelijen ASIO dikembalikan ke Timor Leste. Kasus ini juga telah dibawa ke tingkat pengadilan tinggi di PBB.Namun Timor Leste mengaku cukup puas dengan keputusan kali ini. Duta Besar Timor Leste untuk Inggris Joaquim da Fonseca mengatakan bahwa ICJ telah memahami dampak serius dari penyitaan dokumen tersebut. Kasus sengketa lahan migas senilai Rp413 triliun ini akhirnya berujung pada penyadapan.

Penyadapan di ruang kabinet pemerintah Timor Leste telah diakui oleh seorang agen intelijen Australia pada 2004 silam.

Hotel Terapung di Dili Timor-Leste-2002. Di hotel inilah, para intelijen Australia mendengar percakapan otoritas Timor-Leste sebelum menandatangani perjanjian CMATS dengan Australia.

Hotel Terapung di Dili Timor-Leste-2002. Di hotel inilah, para intelijen Australia mendengar percakapan otoritas Timor-Leste sebelum menandatangani perjanjian CMATS dengan Australia.

Keputusan ICJ ini dianggap sebagai kemunduran bagi Jaksa Publik, George Brandis, yang melegalkan razia terhadap kediaman Collaery. Namun, Brandis tetap menganggap bahwa keputusan itu baik bagi Australia.

Terlebih dia mengetahui bahwa ICJ menolak permintaan Timor Leste agar Australia segera mengembalikan dokumen yang telah mereka sita. “Pemerintah Australia bahagia dengan keputusan ini. Ini keputusan yang baik bagi Australia,” ungkap Brandis dan dilansir harian Sydney Morning Herald.

Dia pun berjanji pejabat tinggi Australia yang terlibat dalam kasus itu tidak akan membaca dokumen tersebut tanpa sebelumnya memberi informasi kepada pengadilan. Satu-satunya yang mengharuskan mereka untuk mengakses dokumen milik Timor Leste itu, ungkap Australia, demi keamanan nasional.

Ini merupakan kali pertama pengadilan membatasi aktivitas intelijen dari negara anggota “lima mata”, yakni AS, Inggris, Kanada, Selandia Baru dan Australia. (umi)

Sumber: VIVANEWS

Timor-Leste Sudah Menyusul Indonesia?

Timor-Leste Sudah Menyusul Indonesia?

Tingkat kesejahteraan rata-rata penduduk Timor-Leste berdasarkan gross domestic product (GDP) per kapita yang telah disesuaikan dengan purchasing power parity (PPP) dalam international US$ adalah sebesar US$1.709, sepertiga dari Indonesia yang besarnya US$4,956.[1] Namun, jika menggunakan indikator Gross National Income (GNI) per kapita berdasarkan PPP, Timor-Leste sejak tahun 2007 telah menyusul Indonesia. Data terakhir yang tersedia tahun 2012, GNI per kapita Timor-Leste sebesar US$6.230 sedangkan Indonesia sebesar US$4,730.[2]

gni

Ketika masih menjadi bagian dari Indonesia, Timor Timur tergolong provinsi dengan persentase penduduk miskin terbesar bersama Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Papua. Setelah berpisah dengan Indonesia, Timor Timur bisa melaju lebih kencang, sedangkan tetangga terdekatnya, Nusa Tenggara Timur, masih saja dengan status provinsi yang persentase penduduk miskinnya tertinggi setelah Papua dan Papua Barat. Sebagai negara yang relatif baru membangun dengan penduduk hanya 1,2 juta jiwa, Timor-Leste masih banyak menghadapi keterbatasan.

Namun, negeri ini bisa belajar banyak dari keberhasilan dan kegagalan negara lain, termasuk Indonesia, sehingga terbuka peluang untuk maju lebih cepat. Majalah Economist edisi terbaru mencantumkan Timor-Leste sebagai salah satu dari 10 negara yang diproyeksikan bakal mengalami pertumbuhan ekonomi paling cemerlang tahun 2014.[3]

Anggapan bahwa Timor-Leste bisa tumbuh tinggi karena relatif baru merdeka dan berawal dari tingkat yang rendah tidak cukup kuat. Di jajaran 10 besar ada Mongolia, Tanzania, Irak, Laos, dan Macau. Jika alasannya karena perekonomian Timor-Leste relatif sangat kecil, buktinya banyak perekonomian yang ukurannya kecil mengalami perkembangan tersendat-sendat. Bermuda dan Puerto Rico, misalnya, masuk dalam kelompok 10 besar yang pertumbuhannya tahun 2014 diproyeksikan paling buruk. Sebaliknya, negara sangat besar bisa juga tumbuh tinggi seperti China.

gdp_forecasts

Pertumbuhan ekonomi Timor-Leste pada mulanya berfluktuasi tajam karena ketergantungan perekonomiannya terhadap minyak dan kopi. Laju inflasi cukup tinggi, hampir selalu dua digit. Penyebab utamanya adalah persoalan supply bottlenecks. Walau demikian, sejak 2007 pertumbuhan ekonomi tidak lagi berfluktuasi tajam, bahkan hampir selalu di atas 10 persen dan diperkirakan berlanjut hingga tahun 2015.

growth

Dalam beberapa tahun terakhir, khususnya setelah pemilihan umum yang lalu, sejumlah inisiatif telah digulirkan untuk memperkokoh landasan bagi pertumbuhan berkelanjutan, seperti pelayanan satu atap dalam  perizinan usaha, penyiapan undang-undang pertanahan, menghapuskan monopoli di jasa telekomunikasi dengan kehadiran dua pelaku baru, pembenahan bandara, dan konsultasi publik tentang undang-undang pertambangan. Jika Timor-Leste diuntungkan oleh keputusan arbitrase atas the maritime treaty yang mengatur the greater sunrise gas and condensate field, masa depan penerimaan negara dari sektor migas bakal lebih pasti. Jika di Indonesia kekayaan minyak sudah menjelma menjadi semacam “kutukan”, bagi Timor-Leste sangat berpotensi sebagai “berkah”.

The Petroleum Fund, yang merupakan sovereign wealth funds negara, sudah mencapai 14 miliar dollar AS pada Juli 2013, naik dari 11,8 miliar dollar AS pada akhir 2012. The Petroleum Fund relatif cepat mengakumulasi karena hanya sebagian kecil penerimaan Negara dari minyak yang dialirkan ke anggaran Negara bagi kebutuhan generasi sekarang. Sebagian besar sisanya dikelola untuk kepentingan generasi yang akan datang demi menegakkan keadilan antargenerasi.

Untuk kasus Indonesia, seluruh penerimaan minyak (bagi hasil minyak dan pajak keuntungan perusahaan minyak) yang pada tahun 2012 sebesar Rp 177 triliun habis dibelanjakan, bahkan masih kurang untuk menutup subsidi BBM sebesar Rp 240 triliun. Hal lain yang patut dikagumi dari Timor-Leste adalah kesungguhan pemerintah melindungi rakyatnya dari goncangan eksternal dan internal. Social protection index versi Asian Development Bank Timor-Leste menunjukkan Timor–Leste berada di urutan ke-11, jauh di atas Indonesia yang tercecer di urutan ke-27 dari 35 negara di Asia. Pemerintah Timor-Leste tak menunggu kaya untuk melindungi rakyatnya dari goncangan gelombang globalisasi yang juga merasuki negeri tetangga terdekat kita.

spi

Kita sepatutnya cepat sadar akan kesalahan di masa lalu, mau mengubah pola pikir yang mengedepankan kepentingan rakyat banyak dan menegakkan keadilan.

Informasi tambahan Timor-Leste (Indonesia):

Jumlah penduduk 1,2 juta jiwa (246,9 juta jiwa)

Pertumbuhan penduduk 2,9 persen (1,2 persen)

Luas daratan 14.870 km2 (1.904.570 km2)

GDP (PPP, international $) $2,1 miliar ($1,2 triliun)

GDP per kapita (PPP, international $) $1.709 ($4.956)


[1] World Bank, “East Asia and Pacific Economic Update: Rebuilding Policy Buffers, Reinvigorating Growth,” October 2013, hal. 89-92 dan 127-129.
[2] Data diambil dari World Bank, World Development Indicators.
[3] GDP forecasts, The Economist, Vol. 410, No. 8868, January 4th 2014, hal. 69.
Sumber:

Eu Volto, Hau Fila Fali Mai, I Am Back, Saya Kembali Lagi

Have A Good Day Semuanya,
Setelah vakum selama beberapa tahun, saya akhirnya kembali menulis. Seperti manusia biasa di Asia lainya, setelah hidup berkeluarga,
banyak kewajiban yang mesti dijalankan untuk menghidupi keluarga dan anak – anak di Dili.

Menjadi seorang Engineer memang mesti peras otak untuk bekerja di lapangan di Timor-Leste akibatnya jarang nulis lagi.
Tekad bulat untuk bekerja keras dalam membangun negeri telah ada ketika negara ini berdiri, sebagai generasi muda sama seperti teman – teman lain di Timor-Leste sudah menjadi keharusan untuk bekerja membangun negeri Tercinta Timor-Leste ini.

Suasana Kota Dili yang sangat kondusif, mungkin lebih aman kalau dibandingkan dengan beberapa negara anggota ASEAN lainya seperti Filipina atau Thailand dimana kelompok separatis
masih menusuk dari dalam.

Dili di tahun 2014, banyak yang telah berubah.
Inflasi yang tinggi karena peredaran mata uang Dollar US yang sangat banyak. Banco Central de Timor-Leste (Bank Sentral TL) yang baru saja me-launching mata uang Timor-Leste dalam bentuk koin (100 centavos).
Strategi Politik telah banyak dicapai, kepulangan pasukan Perdamaian PBB di tahun 2012 dengan damai, Pemilu 2012 di TL yang di pimpin sendiri oleh STAE (KPUnya TL) yang berjalan kondusif (Polisi dan Tentara juga ikut memberikan suara), menjadi negara terbaik di Asia dalam hal transparansi dana sumber daya alam, Senhor Ramos Horta yang menjadi pemimpin untuk Misi PBB di Guinea Bissau (negara di Afrika, anggota CPLP) beserta Komitmen Negara RDTL dalam menyelesaikan konflik di Guinea Bissau (Timor Leste memberikan bantuan kepada negara ini senilai 20juta dollar AS (Rp. 24 Miliar), menjadi model bagi negara-negara yang tergabung dalam G7, Pengusaha keturunan Timor – China (Jape Kong Su) yang serius membangun perekonomian Timor-Leste,
Fundus Petroleum (Dana Perminyakan) Timor Leste di Bank Amerika dari hasil bagi eksplorasi MInyak dan Gas ALam di Laut Timor yang telah mencapai 14 billions USD (Setara 168 Triliun Rupiah) pada tahun 2014, pemasukan non migas yang terus bertambah serta penyusunan strategi pengembangan yang berorientasi pada pemutusan ketergantungan negara pada pendapatan dari minyak dan gas. pemetaan SDA di onshore Timor-Leste, pembentukan BUMN Timor-Leste yaitu Timor Gap (seperti Pertaminanya Indonesia), pembentukan perusahaan penerbangan AIR TIMOR, Liberalisasi Telekomunikasi (dari 1 operator telekomunikasi di tahun 2000 – 2011, menjadi 3 operator telekomunikasi di tahun 2014), Mega Proyek Pembangkit Listrik senilai 400Juta USD, Peningkatan Human Development Index TL menurut data bank DUnia di tahun 2013 serta segudang pencapaian lainya.

Foto:

1. http://www.scmp.com/magazines/post-magazine/article/1361018/project-timor

2. Anak-Anak TL

3. Kreativitas Anak TL

4. Timor Plaza

5. New Building Ministry of Finance of Timor Leste

Sebagai seorang warga negara yang baik, terkadang pada waktu luang, saya memberikan kursus bahasa Inggris, komputer dan internet yang free untuk anak – anak Timor Leste. Saya sendiri giat mengikuti kursus bahasa Portugis. Maklum tahun ini, Timor Leste akan menjadi Ketua selama dua tahun bagi negara Lusophone (negara2 berbahasa Portugis).
Agenda pertama Timor-Leste adalah, mengubah peran dari CPLP (Communidades dos Paises de LIngua Portugues/ Persatuan Negara2 Berbahasa Portugis) dari mindset yang bersifat kultural ke Pemberdayaan Ekonomi. Dengan belajar lebih mendalam bahasa Portugis (bahasa ofisial Timor Leste) mudah2an dapat berkomunikasi dengan baik dengan mereka.

Memasuki Awal tahun 2014, Timor Leste membawa tetangganya Australia ke pengadilan Internasional di Den Hag Belanda. Di pengadilan ini juga pada waktu itu, Indonesia di kalahkan oleh Malaysia atas sengketa pulau Sipadan dan Ligitan yang kaya SDAnya.
TImor Leste menuntut Australia dalam dua hal:

  1. Atas Penyitaan Dokumen Negara Timor-Leste di Kantor Pengacara Bernard Collaery di Canbera oleh Intelijen Australia satu hari menjelang sidang perdana kasus PENYADAPAN yang melibatkan Intelijen Aussie di pengadilan International di Den Hag.
  2. Atas Aksi ESPIONASE yang dilakukan oleh Intelijen Australia di Ruang Kabinet Perdana Menteri Timor-Leste pada tahun 2004.

Saya akan memaparkan lebih lanjut perkembangan – perkembangan ini dan yang lainnya.
Blog dengan bahasa Indonesia ini, saya persembahkan untuk para pembaca yang memahami bahasa Indonesia. Saya juga akan KOPAS beberapa artikel tentang Timor Leste yang bukan bahasa Indonesia, maklum di Timor Leste ada empat bahasa yang dipakai yaitu Bahasa TETUM, PORTUGIS, INGGRIS dan Bahasa Indonesia.
Saya sendiri baru menguasai empat bahasa plus satu bahasa daerah, jadi lima dong (jadi gr..gr..gr)

Salam,

God Bless Timor-Leste.

Maubere

Timor Leste Sekarang

Timor Leste Sekarang

Policia-de-Timor-Leste-SPECIAL

Policia-de-Timor-Leste-SPECIAL

F-FDTL-Latihan-Rutin-Untuk-Penjagaan-Perbatasan

F-FDTL-Latihan-Rutin-Untuk-Penjagaan-Perbatasan

F-FDTL-Latihan-Rutin-Untuk-Penjagaan-Perbatasan2

F-FDTL-Latihan-Rutin-Untuk-Penjagaan-Perbatasan2

Setelah mengalami keterpurukan ekonomi pada tahun 1999, ketika militer Indonesia dan milisi – milisi bersenjata pro-integrasinya melakukan
pembunuhan dan pembakaran massal di Timor Leste, meninngalkan Timor Leste kembali ke EKONOMI ZERO dan serta membuat Timor Leste menjadi kota mati dan hangus terbakar seperti abu. Rumah rakyat, binatang peliharaan rakyat, bangunan yang mereka klaim telah mereka bangun, sekolah – sekolah dan fasilitas umum dibakar oleh TNI dan milisi – milisi bersenjata bentukan TNI. Mereka memaksa rakyat untuk mengungsi ke Timor Barat agar seolah – olah mengatakan kepada dunia Internasional
bahwa telah terjadi perang saudara lagi, padahal TNI dan Milisi2 pro integrasinya yang menjarah harta rakyat kecil dan membawanya ke Timor Barat, bukan saja itu para milisi – milisi tersebut dan tuan – tuanya juga
ikut serta mencuri dan membawa kendaraan – kendaraan PBB ke Timor Barat.

F-FDTL (FALINTIL-Forca Defeza de Timor Leste)

F-FDTL (FALINTIL-Forca Defeza de Timor Leste)

Tentara-Pendukung-Portugal-di-Timor-Leste

Tentara-Pendukung-Portugal-di-Timor-Leste

upacara-pemerintahan-timor-leste

upacara-pemerintahan-timor-leste

Satu-Dari-Orang-Timor-Leste-Yang-Menjadi-Tentara-Australia

Satu-Dari-Orang-Timor-Leste-Yang-Menjadi-Tentara-Australia

f-fdtl-dilatih-tentara-australia

Bearing Check. East Timor Military member Lieutenant Xisto Da Cruz checks his estimated bearing calculation via a compass under the supervision of NORFORCE instructor WO2 Lee Symonds during an introduction to navigation and survival training at the Kangaroo Flats Training Area in the Northern Territory.

Panglima-F-FDTL-Di-Markas-Besar-Militer-Portugal

Panglima-F-FDTL-Di-Markas-Besar-Militer-Portugal

Apel-Pagi-F-FDTL-Timor-Leste

Apel-Pagi-F-FDTL-Timor-Leste

FDTL-Memggunakan-Seragam-Militer-Portrugal

FDTL-Memggunakan-Seragam-Militer-Portrugal

Timor Leste ditinggalkan dalam keadaan gelap gulita, rumah semua rakyat dibakar dan dihanguskan hingga rata dengan tanah. Fasilitas umum dan perkantoran ynag Indonesia bangun selama 24 tahun dihancurkan semua termasuk yang bukan mereka bangun.

Policia-Nacional-de-Timor-Leste2

Policia-Nacional-de-Timor-Leste2

Polisi-Anti-Huru-Hara-Timor-Leste

Polisi-Anti-Huru-Hara-Timor-Leste

Policia-Anti-Huru-Hara-TiLes

Policia-Anti-Huru-Hara-TiLes

Policia-Nacional-de-Timor-Leste-Servir-Povo

Policia-Nacional-de-Timor-Leste-Servir-Povo

Komandan Policia-Nacional-de Timor Leste

Komandan Policia-Nacional-de Timor Leste

East Timor Brazil

East Timorese President Jose Ramos-Horta, center left, speaks with his counterpart from Brazil Luiz Inacio Lula da Silva, center right, upon his arrival in Dili, the capital of East Timor Friday, July 11, 2008.(AP Photo/JH)

Persatuan-Negara2-Berbahasa-Portugis

Persatuan-Negara2-Berbahasa-Portugis

Meninggalkan Timor Leste seperti kota hantu. Tapi sampai hari ini banyak kalangan di Indonesia yang mengatakan mereka telah membangun Timor Leste tapi KENYATAAN-nya tidak demikian, mereka kebanyakan seperti kompor meledak dan berlomba – lomba mengatakan telah membangun Timor – Timur padahal mereka hancurkan semu ayang telah mereka bangun selama 24 tahun, dan meninggalkan Timor – Timur pada tahun 1999 dalam keadaan RUSAK SANGAT PARAH.
Banyak rakyat Indonesia yang tidak tahu akan hal ini, karena mereka juga dibohongi, ditutup – tutupi dan iku – ikutan tidak syka kepada Timor Leste, tapi mereka hanya tidak tahu dan kurang informasi, jikalau mereka tahu yang sebenarnya saya YAKIN mereka
pasti mendukung Timor Leste, tapi biarkan saja waktu yang akan bercerita dan biarkan saja kebenaran – kebenaran pasti suatu sast akan muncul ke permukaan dan semua orang akan tahu.

F-FDTL-Dilatih-Tentara-Australia

F-FDTL-Dilatih-Tentara-Australia

Memasuki tahun 2000, rakyat Timor Leste mulai bangkit dan menata kembali hidup mereka, PERLAHAN – LAHAN TAPI PASTI mulai membenahi diri. Pembangkit listrik dipasang lagi oleh PBB dan fasilitas umum disediakanlagi, dimana sampai detik ini Pendidikan dan Kesehatan digratiskan untuk semua rakyat Timor Leste. Ekonomi Timor Leste yang pada tahun 1999 ZERO kini mulai tumbuh lagi.

God Bless Timor Leste.