Profile Blog

Seputar Blog Ini

Timor-Leste-Sekarang

Timor-Leste-Sekarang

SHALOM,

Pembaca yang budiman,

Saya membuat blog ini karena berdasarkan pada suatu pengalaman saya mengenai dunia internet.

Suatu hari, saya surfing di internet dan mencari artikel tentang negara tercinta kami Timor Leste dan saya mendapatkan
banyak blog yang berbicara bohong dan mengada – ada tentang Timor Leste. Apalagi kasus seputar pelepasan Timor – Timur dari NKRI.
Hampir 90% blog yang terindex di google merupakan blog yang banyak berbicara bohong mnegenai keadaan dan situasi sebenarnya di Timor Leste.
Sebagai seorang Warga Negara Timor Leste tentu saya tidak senang dengan tulisa – tulisan kebohongan yang diposting di blog mereka tersebut. Muncul dalam benak saya,
apakah orang – orang yang menulis di blog mereka ini penah interview langsung dengan orang – orang – orang pribumi paska kemerdekaan??? Apakah orang – orang ini pernah berkunjung ke Timor Leste dan
bertanya mengenai perasaan orang – orang Timor Leste setelah merdeka??? Apakah berbagai media di Indonesia “PERNAH” datang ke Indonesai dan bertanya langsung mengenai perasaan orang – orang Timor Leste
setelah lepas dari NKRI dan berani menyiarkan hasil rekaman mereka ke publik Indonesia??? Pasti jawabanya BELUM dan “NOL BESAR alias “OMONG KOSONG”…

Blog ini hadir untuk menceritakan perasaan orang – orang Timor Leste sesunguhnya, bahwa MERDEKA dan LEPAS dari NKRI merupakan suatu harga mati bagi orang – orang Timor Leste dari sejak 1975.
Blog ini hadir dan terindex di google agar – agar setiap orang – orang yang mengunjungi blog ini dapat dengan mudah mengetahui KEBENARAN seputar Timor Leste dan bukan “KEBOHNGAN dan OMONG KOSONG”.
Blog ini tidak pernah menghina satu pihak atau berpihak pada pihak lain tetapi blog ini berpihak pada rakyat kecil Timor Leste yang sampai saat ini belum
mendapat keadilan hanya karena Pemimpin kedua negara Timor Leste dan Indonesia berusaha menjauhkan keadilan tersebut dari rakyat kecil Timor Leste.
Keluarga korban perang Timor Timur di Indonesia mungking sakit hati setelah MAYORITAS RAKYAT TIMOR – TIMUR memilih memisahkan diri dari NKRI dan memilih MERDEKA, sakit hati mereka SAMA DENGAN
sakit hati kami rakyat kecil Timor Leste yang tidak mendapat KEADILAN..padahal kami tahu PERSIS dan SAKSI MATA kekejaman dan pembantaian oleh MILITER INDONESIA di Timor Leste…
kemana HATI NURANI pemimpin sekarang dan HAM menjadi sesuatu yang tidak bernilai tetapi merupkan suatu ALAT saja untuk menutupi “KEPENTINGAN” mereka sendiri dan melindungi para “PENJAHAT PERANG”…

Mungkin sebagai rakyat kecil kami “TIDAK AKAN PERNAH MENDAPATKAN KEADILAN”, kami percaya kepada pemimpin kami karena sudah dari dulu kami “PERCAYA ” pada mereka karena ada tertulis ” PERCAYALAH pada pemimpin anda”.

AKhir kata, blog ini tidak “OFFEND” kepada satu pihak tetapi merupakan suatu bentuk “CURHAT” berdasarkan “KEBENARAN” seputar TIMOR LESTE negara tercinta kami, yang mana kalau kabar seputar Timor Leste di BERITAKAN secara TIDAK BENAR atau bohong
oleh MEDIA – MEDIA ELEKTRONIK di INDONESIA justru membuat kami semakin “SAKIT HATI” dan memunculkan kembali DENDAM/LUKA LAMA dan KEBENCIAN kami terhadap INDONESIA, jadi diharapkan MEDIA – MEDIA di Indonesia memberitakan kabar yang sebenarnya dan tidak mengada – ada atau
kabar OMONG KOSONG atau kabar MEMANAS – MANASI yang lain seputar Timor Leste, karena media merupakan salah satu sarana untuk menyampaikan INFORMASI kepada seluruh masyarakat kecil di mana saja dan menggunakan FREEDOm PRESS-nya secara BAIK dan BENAR, dunia semakin maju dan orang semakin mempunyai AKSES ke berbagai media dari seluruh DUNIA.

Kami percaya “MASA DEPAN” sehingga membuat kami berani MEMAAFKAN….

“TERIMA KASIH”

God Bless Timor Leste dan God Bless Orang – Orang Timor – Timur yang telah menjadi Warga Negara Indoensia…

SHALOM..

“Timor Leste Sekarang”

34 thoughts on “Profile Blog

  1. Salam kenal. Saya senang membaca blog anda. Saya juga bukan yang banyak mengetahu timor leste, khususnya berbicara langsung dengan penduduknya sekarang. Namun saya juga memiliki pemikiran yang mungkin menurut anda sebagai omong kosong atau bohong. Saya akan merasa senang untuk membangun persahabatan untuk berdiskusi tentang sejarah timor leste dengan anda.

    Perkenalkan, saya WNI, anda boleh meanggil saya dengan nama Cip. Sekali lagi, saya akan merasa senang dapat membahas berbagai berita atau lainnya tentang negara baru anda. Semoga kita dapat bersahabat.

    Sebagai diskusi awal, saya titipkan link ini:
    http://suciptoardi.wordpress.com/2010/01/15/balibo-5-film-sejarah-yang-menarik-bukan/

    dan ini:

    “Jaman Portugis berkuasa, penduduk asli tidak boleh menginjak aspal jalan”, kata teman saya tentang keadaan saya. Artinya bukan karena aspalnya masih meleleh sehingga belum boleh diinjak atau digunakan. Tapi ini simbol diskriminasi yang artinya, Indonesia lebih baik dan lebih banyak memberikan sesuatu kepada rakyat Timor Timur, dibanding Portugal. “Lho? Indonesia ‘kan sudah membunuhi 200 ribu jiwa selama 27 tahun di wilayah itu?”, seperti gembar gembor yang selalu dihembus media barat yang anti Indonesia. Lalu berapa nyawa juga yang lenyap selama 400 tahun lebih kekuasaan Portugal di Timor Timur?” Silahkan ambil kalkulator dan buka-buka buku sejarah.

    Lalu siapa sebenarnya yang memiliki dan punya hak menguasai Timor Timur? Mengapa ketika Indonesia masuk ke wilayah itu, sebagian besar negara barat dan konco-konconya menentangnya? Dan menganggap Indonesia sebagai “pembunuh”? Sementara Portugal dianggap anak manis? Padahal mereka tidak banyak berbuat banyak memajukan wilayah itu? Berapa lulusan akademi yang dihasilkan Portugal selama menjajah Timor Timur? Yang dikenal orang cuma Ir. Mario Carascalao, yang kemudian menjadi gubernur di sana. Berapa kilometer jalan yang dibuat oleh Portugal? Begitu merananya wilayah itu dibawah Portugal, sampai-sampai tidak dilirik oleh negara manapun. Bahkan Soekarno tidak pernah mengutak-atik wilayah itu selama berkuasa, juga Soeharto selama sepuluh tahun pertama masa pemerintahannya, tak punya ambisi territorial. (Link: http://suciptoardi.wordpress.com/2010/03/04/timor-timur-punya-indonesia/)

  2. Mas Sucipto, nanti saya lampirkan foto dimana katanya masyarakat sipil tidak boleh menginjak ASPAL hahahahah…lucu dari mana sich sumbernya???? Banyak foto dan film dokumenter yang ada banyak masyarakat Timor Leste menginjak aspal….hahahah lucu…

    Mas, Inodnesia masuk ke Timor Leste, kami akui memang Indonesia berbuat banyak untuk Timor – Timur, Tapi perlu diingat bahwa, pada saat Indonesia menginvansi Timor – Timur, PLN-nya PORTUGAL tetapi beroperasi dengan baik, jalan2 sudah beraspal di DIli kecuali di beberapa distrik. Tetapi ketika Portugal keluar dari Timor – Timur semuanya infrastructure tersebut di berikan secara gratis ke Timor Leste termasuk pesawat terbang dan kapal laut. Indonesia ketika keluar dari Timor Leste semua INFRASTRUCTUREE yang dibangun DIBUMI HANGUSKAN….aspal dibakar, semua bangunan diratakan, PLN di bakar, manusia dibunuh, wanita diperkosa, anak2 dibunuh, mereka membentuk MILISI bersenjata yang terdiri dari orang – orang Timor Leste sendiri untuk diadu domba…jadi mana yang lebih baik dimata dunia Internasional?????

    Mas sudah ari dulu SOekarno dan SOhearto mengincar Timor Leste, apakah anda tidak tahu bahwa dulu SOekarno memrintahkan ABRI menyerang dan menduduki SINGAPURA tetapi mereka ternayat harus berhadapan dengan pasukan INGGRIS….

    Selama 400 tahun Portugal baru menghilankan jumlah jiwa sebanyak 200ribu, Indonesia aja baru 24 tahun sudah membunuh 200 ribu jiwa…gimana kalau 400tahun????? sekarang giliran anda untuk mengambil kalkulator dan menghitung…..

    Terima kasih saya akan memposting gambar2 dokumenter sebagai perbandingan PORTUGAL dan INDONESIA,,,ketika di Timor Leste….

    Trims…

  3. saya kira yang lebih lucu lagi, anda tidak merasa terganggu ketika dijajah Portugal selama ratusan tahun, malahan terlihat bangga dengan membandingkan dengan “dijajah” Indonesia. Adakah data yang tepat bahwa penjajah memberikan lebih untuk negara yang dijajah?….lihat tulisan anda ini:

    Selama 400 tahun Portugal baru menghilangkan jumlah jiwa sebanyak 200ribu, Indonesia aja baru 24 tahun sudah membunuh 200 ribu jiwa…gimana kalau 400tahun????? sekarang giliran anda untuk mengambil kalkulator dan menghitung…..

    coba berikan data yang canggih, terbaru, bisa jadi kelucuan saya terhadap pemikiran anda bisa jadi salah…hehehehehe….

  4. Saudara Sucipto, setiap negara dan manusia didunia pasti tidak ingin hak asasinya dijajah, pasti anda juga setuju bila “PENJAJAHAN DIATAS DUNIA DIHAPUSKAN KARENA TIDAK SESUAI DENGAN PRI-KEMANUSIAAN DAN PRI-KEADILAN” itu aldalah bunyi pembukaan UUD 45 Indonesia…berarti and sudah pasti setuju. Merujuk kembali ke pertanyaan anda sebelumnya yaitu (maaf 24 tahun):
    “Lho? Indonesia ‘kan sudah membunuhi 200 ribu jiwa selama 27 tahun di wilayah itu?”, seperti gembar gembor yang selalu dihembus media barat yang anti Indonesia. Lalu berapa nyawa juga yang lenyap selama 400 tahun lebih kekuasaan Portugal di Timor Timur?” Silahkan ambil kalkulator dan buka-buka buku sejarah”

    data yang diatas adalah sesuai dengan sensus yang dilakukan oleh pemerintahan Timor Leste pada tahun 2004, dengan jumlah penduduk sebelum dijajah oleh Indonesia. Anda dapat memintanya kepada badan statistik Timor Leste, karena telah dipubliaksikan secara menyeluruh di seleuruh Timor Leste. Atau saya sarankan anda menonton film BALIBO anda pasti menemukan jawabanya.

    Justru anda yang lebih merasa berbangga diri seolah – olah ingin mengatakan baha Penjajah Indonesia lebih baik dibandingkan Portugal…jadi apakah anda tidak melakukan perbandingan????? hehehe..lucu..

  5. hehehehe…semakin lucu, apa yang saya posting adalah “pancingan” untuk anda berdiskusi. Kalau anda hati-hati membacanya dan emosionalnya dikendalikan, jelas anda berkata: itu bukan pendapat anda. Dengan demikian, sekali lagi, berikan datanya, agar diskusi dapat berlangsung baik, tanpa prasangka. Saya mendapat cerita “aspal tak diinjak oleh warga Tim-tim” dari sebuah blog (ada alamatnya) yang merupakan sebuah hasil kerja lapangan. Dan secara ilmiah, adalah dibenarkan untuk dijadikan rujuakan untuk membangun sebuah argumentasi, walupun tujuan saya adalah untuk klarifikasi data dengan warga tomor-leste sekarang. Bisa jadi benar ataupun salah, tinggal menunggu kejelasnnya. Kirimkan saya datanya. Baca alagi yaaa, pada tanggal (03:21:36).

    Selanjutnya diskusi yang telah kita sepakati akan dilanjutkan di blog saya.

    Tolomng diingat, saya menyampaikan: salam persahabatan. Salam persahabatan yang sederajat tanpa prasangka untuk membangun kesepahaman.

  6. saya tertarik dengan blog anda
    terus terang saya tidak lelahnya mencari informasi tentang TL, karena saya merasa tanah saya adalah timor loro sae, karena sejak 1985 hingga 1998 saya berdomisili di dua tempat pertama covalima-suai hingga akhirnya kami menetap di dili, hingga kuliah sayapun di POLITEKNIK NEGERI DILI, semoga dengan rubrik ini saya bisa menemukan sebagian temen Timor kecil saya or temen alumni POLTEK DILI…
    smoga kedepan TL makin mandiri..
    dan saya berkeinginan sekali bertandang kesana…
    I mis u Timor… hau sei hadomi o…
    salam u rakyat TL…
    obrigado

    • Bobonaro, Maliana juga merupakan tanah kelahiran saya, ingin rasanya melihat teman Timor kecil saya begitu juga seperti anda. Belu, Ametan, Kaitano, Nono, dan banyak yang lainnya adalah nama teman asli Timor Leste.

  7. Berat memang melepaskan Timor Leste sepertinya Indoensia sudah berbuat benyak sejak invansi 1975, (Om saya dari Armed ke Tim Tim 1976) ini akibat globalisasi, tapi saya harus menghargai hasil jajak pendapat dengan segala resikonya, dan saya setuju dengan Bung yg mau mengatakan sejujurnya, dan kami bangga dengan perkembangan di Timor Leste sekarang 2010, selamat Bung

  8. Untuk suciptoardi & Maubere…
    Sejarah memang baik untuk di diskusikan..
    TAPI…!!!!
    Alangkah baiknya bila kita melihat kedepan, masih banyak yang harus dibangun di Timor – Leste, saran saya sebagai sesama manusia (bukan dari bangsa) bagaimana cara membantu / atau menjalin persahabtan yang baik..??
    bilamana saya di beri kesempatan, waktu, dan kepercayaan.. saya pasti akan membantu sesama manusia

    Ingat.. Jangan pernah melihat ke belakang nanti bakal kesandung looooh….
    hehehehehehehehe……🙂

    piss

    Marko

    • Saya setuju dengan pendapat anda. Memang tidak perlu menyesalkan hal yang terjadi dahulu. Jangan melihat suatu perang sebagai sesuatu buruk, pasti ada hal baiknya, coba dipikir dampak yang ditimbulkan, akibat dari itu Timor Leste mempunyai semangat untuk menjadi negara yang mandiri bukan.

  9. Kepada Yth,

    Saya telah menyelesaikan menulis buku tentang kisah-kisah saya di masa lalu, untuk ilustrasinya perlu dilampirkan dengan foto-foto.

    Sayang sekali, foto-foto yang saya miliki sebelumnya hilang dimakan waktu. Saya menjelajahi internet dan melihat foto-foto milik anda (https://timorlestemerdeka.files.wordpress.com/2010/02/024-timor-leste-sekarang-peace10.jpg) yang bisa saya pergunakan untuk buku tersebut. Foto-foto yang saya perlukan mencakup kurun waktu 1958 – sekarang. Diantara pemilik foto yang ada di internet, telah saya hubungi. Yang bersangkutan memberikan izin kepada saya untuk memuat foto di buku tersebut, dengan syarat nama-nya dicantumkan.

    Besar harapan saya, foto saudara seperti yang terlampir, bisa saya manfaatkan dengan syarat seperti yang saya sebutkan di atas.

    Adapun isi buku ini, yang berjudul “Mozaik Peristiwa”, merupakan surat kepada para keponakan agar mereka mengetahui sejarah dan keadaan masa lalu Indonesia. Ketidak-pedulian mereka pada sejarah dan budaya orang tua mereka, sangat menyedihkan.

    Kepastian penerbitan buku ini juga masih menjadi tanda tanya besar. Karena kalau saya harus membayar untuk biaya penerbitan buku ini, sangat memberatkan keuangan saya dan saya tidak sanggup. Seandainya buku bisa diterbitkan, saudara akan saya kirimkan sebuah buku tersebut.

    Bisakah saya meminta alamat email anda?? atau harap balas ke emai saya: ad17ya@hotmail.com

    Demikianlah harap maklum dan atas kerja sama saudara, saya ucapkan terima kasih.

    Jakarta, 14 Desember 2010.

    M. Indro Yudono

  10. saya adalah WNI , jujur saya sedih harus kehilangan timor leste tapi saya sadar mungkin itulah yang terbaik bagi timor leste, mari bersama-sama kita bangun timor leste menjadi negara yang maju dan sejahtera , dan apabila diberi kesempatan jujur sebenarnya saya juga prihatin dan juga ingin membangun tomor leste menjadi lebih maju dan sejahtera paling tidak kita hilangkan masa lalu kelam kita, kita manusia beradab bukan waktunya kita mencari salah dan benar karena setiap manusia mempunyai salah . cuma satu pesan saya bagi rakyat timor leste, karena baru membangun negeri ibarat membuat rumah memerlukan pondasi yang kuat , pesan saya ” jangan hancurkan timor leste dengan korupsi atau orang2 yang hanya menebalkan kantong pribadi , sebelum terlambat tegakkan hukun dengan sebenarnya dan hormati semua orang yang sudah mati baik pro integrasi dan pro kemerdekaan, karena merekalah sejarah timor leste ada ” saya yakin kedepan timor leste akan maju dan berkembang, BRAVO TIMOR LESTE, GOOD BLESS U
    NB : bagi rakyat timor leste jika ada ada yang perlu bantuan saya, hub saya , saya akan membantu dengan keihklasan hati , semoga arwah yang telah tiada bisa damai di atas sana , amien

  11. Saya sbg WNI masih merasa bahwa warga Timor leste adalah saudara kami. saya sangat terharu membaca sejarah tentang timor leste. semoga kedepannya timor leste menjadi jauh lebih baik dan lebih maju.
    tersenyumlah saudaraku warga timor leste.
    salam damai dari Indonesia.

  12. bagus beritanya tapi masih kurang, kembangkan isi sejarah dengan kepala dingin di situs ini(agar kami paham buang emosi atau dendam dalam tulisan anda) yang menyangkut sejarah timor leste dan keadaan timor leste yang sekarang baik dari sudut pol sos dan terutama yang ingin aku tahu nasib perekonomian rakyat kecil, aku pribadi tidak mau tahu urusan pemimpin atau sejarah meski aku suka baca sejarah, pol suatu negara, namun yang aku pikir hanya rakyat kecil yang tak punya pekerjaan atau buruh ataupun petani itu saja, coba dalam situs ini di buat beda muat nasib rakyat yang tak mengerti politik karena dia yang dipikir besuk makan apa, ok …… aku dukung bagus anda telah membuat jendela timor leste di internet sukses selalu

  13. saya bersama warga eks pengungsi timor leste di Kupang. kelihatannya nasib mereka tidak jauh lebih baik daripada saudara-saudari mereka di tanah kelahiran. saya pikir, lima atau sepuluh tahun y.a.d. saudara-saudari mereka di Lorosae, akan berjaya sedangkan mereka di sini akan tetap terlunta-lunta. Pilihan tepat adalah back to home.
    Timor Leste, bukalahkedua belahtangan untuk menerima (mudah-mudahan!). saya tidak menyalahkan Pemerintah Indonesia khususnya pemda NTT, akan tetapi sekedar informasi, kedatangan SBY ke kota Kupang dalam waktu dekat ini ada kaitannya dengan isu TIMOR RAYA….. Ya, saya bilang ISU!

    • Timor Raya? maksudnya NTT mau punya negara sendirikah? wahhh..ini akan memakan korban yang banyak…berdiskusi dululah lewat diplomasi

  14. Salam Sejahtera

    Saya warga Malaysia, sebelumnya, selamat nikmati kebebasan yang mutlak selepas berdirinya negara Timor Leste (TL). Jujur, saya baru dapat akses dengan bermacam informasi tentang TL selepas negara ini merdeka. Baru saya tahu akan keindahan budayanya, bahasanya, pribuminya, adatnya dan geografinya lewat berbagai-bagai media yang memberitakan tentang TL yang sebelumnya tenggelam ketika negara ini masih sebahagian dari Indonesia.

    Maaf jika ada warga Indonesia yang terganggu, saya setuju dengan pandangan penulis dalam tulisan ini. Saya sering lihat berita di Indonesia yang sering memenangkan Indonesia dan membesar-besarkan Indonesia dalam isu yang bersangkutan dengan negara-negara yang difikirkan membuat Indonesia rugi walaupun ia satu pembohongan. Saya ambil contoh tentang kisah Kontroversi Malaysia-Indonesia 1963-1965. Sejarahnya tidak diterangkan dengan detail, punca terjadinya peperangan itu tidak dijelaskan dengan detail dan bagaimana tamatnya peperangan itu juga tak dijelaskan dengan detail. Amat berlainan dengan info yang ada, baik dari sumber Malaysia, malah sumber Australia, New Zealand dan Britain sendiri.

    Akhirnya kerana keseringan mendapat berita-berita bohong, Sampai sekarang warga Indonesia masih lagi berteriakkan slogan Ganyang Malaysia, slogan sama yang dikumandangkan ketika kontroversi. Padahal slogan yang mereka teriak itu adalah slogan kekalahan. Faktanya, Indonesia gagal mengganyang Malaysia, negara baru (pada waktu itu) yang bernama Malaysia kekal berdiri sampai ke hari ini, Indonesia yang akhirnya meletak senjata dan mengaku keberadaan Malaysia.

    Masih tidak mengaku kalah, mereka mencuba lakukan provokasi, menuduh Malaysia maling wilayah, curi budaya, curi hasil laut dan macam-macam lagi tuduhan lain yang kesudahannya tak terbuktikan.

    Saya tidak benci pada mana-mana negara, saya hanya menyuarakan pandangan. Semoga yang keruh kembali jernih

  15. Nama saya Maliawan dari Bali. Saya lahir di Bobonaro, Maliana, Timor Leste. Bobonaro adalah tempat bermain yang indah bagi saya, kampung yang dikelilingi bukit-bukit dan pengunungan. Semoga nanti saya bisa mengunjungi tempat kelahiran saya. Sesuatu yang telah lewat biarkan berlalu, jangan dijadikan dendam antar kita.

  16. Salam kenal,
    Saya adalah warga Timor Leste dan saya sangat senang dengan blok ini karena ada diskusinya. Saya sudah membaca seluruh hasil diskusi anda dan menarik kesimpulan bahwa anda semua peduli akan Timor Leste karena memang letaknya disamping anda sendiri (Indonesia). Memang sejarah mengatakan bahwa dimanapun kemerdekaan itu butuh suatu perjuangan dan itu telah sama-sama dialami oleh Timor Leste dan Indonesia sendiri. Untuk sekarang ini banyak sekali kepentingan2 Indonesia ada di Negara kami dan begitupun sebaliknya. Sudah waktunya berdampingan dan hidup bersama lagi seperti yang dulu, hai…, saudaraku…..

  17. saya sangat terharu..terakadang bingung,,tentang siapa yang salah… bagaimana rasanya jika saya negri saya dijajah..negeri saya dibumihanguskan oleh penguasa negeri saya sendiri.. tidak terpikirkan..salam buat warga Timor Leste… baik yang berada di Timor Leste maupun yang berada di NKRI.. kita hanya dapat berdo`a ( menurut keppercayaan kita ).. yang salah tetpalah berdosa.. salam dari saya warga NKRI asal Padang Sumatera Barat

  18. mau portugal atau indo, kalau pada hakekatnya dijajah lebih baik merdeka aja, gw tetap cnta NKRI karna daerah gw PADANG masih mendapatkan porsi yg adil dari negri ini tapi tak bisa gw pungkuri kalau ada sbagian daerah yg merasa di anak-tirikan..
    kalau wilayah yg luas jadi alasan, lebih baik diperkecil aja daripada harus mengorbankan dan dikorbankan, mga TL bahagia dngan pilihan ny

  19. Kami Masyarakat Timor Leste tidak mau jadikan Timor Leste & Indonesia sebagai, KOREA SELATAN DAN KOREA UTARA, ISRAEL DAN IRAN. yang Kami Mau adalah Jadikan Timor Leste & Indonesia seperti JEPAN DAN AMERICA. Meskipun AMERICA MENJATUHKAN BOM PEMBUNUH BASAL DI HIRISIMA DAN NAGASAKI, tapi perlahan lahan Hubungan kedua negara berjalan menuju kedamain dan Tidak ada Dendam. antara kedua negara. dan Saya sebagai Warga negara Timor Leste merasa untuk semetara thn 2013 ini hubungan kedua Negara Timor Leste dan Indonesia Sangat baik, dan Kita mengharapkan seterusnya lebih baik lagi, salam DAMAI DARI TIMOR LESTE.

  20. TANGAPI PENDAPAT MAS suciptoardi & bung Maubere, hasil Analisis saya dari pendapat MAS suciptoardi & bung Maubere di blog ini, sebernarNya seditkit terbawa arus ke dendam dan irih hati kenapa, mungkin anda bertanya kenapa ? Jawabanya karna, mas suciptoard merasa Indonesia lebih baik dari Portugal sedangkan Bung Maubere merasa Portugal belih baik dari Indonesia Tapi Menurut Saya Indonesia lebih baik dari Portugal dalam bidang PENDIDIKAN dan PEMBANGUNANG, Tapi dalam Bidang Politik POTUGAL LEBIH BAIK DARI INDONESIA KARNA PORTUGAL TELAH MEMBANTU MASYARAKAT TIMOR LESTE MENCAPAI KEMERDEKAAN TIMOR LESTE, INI ALASAN YANG TIDAK PERNAH DI LUPAKAN MASYARAKAT TIMOR LESTE. ANDAI SAJA WAKTU PELEPASAN INDONESIA DAN TIMOR LESTE TIDAK TERJADI KEKERASAN, PEMBUNUHAN, PEMERKOSAAN, PEMBAKARAN ASET INFRASTRUKTUR DAN SEBAGAINYA MUNGKIN SAJA DI MATA MASYARAKAT TIMOR LESTE INDONESIA LEBIH BAIK DARI PADA PORTUGAL, TAPI SAYANG SITUASI BERKATA LAIN. SALAM DAMAI.

  21. Maria Angela Trisuci paskalia
    saya lahir di baucau, tapi saya keturunan jawa asli, namun saya sangat bangga karena terlahir di bumi loro sae, di bumi tercinta🙂 , rasanya ingin kembali ke timor leste,
    saya kehilangan akta kelahiran, dan surat” penting milik orang tua saya, apakah blog ini menyediakan informasi agar saya bisa mengurus kembali akta kelahiran saya yang hilang??
    bisakah saya meminta alamat e-mail anda atau harap balas di e-mail ini
    M_A_trisucipaskalia@yahoo.com
    Eu amo Timor-Leste
    Deus abençoe…

    • kapan saja anda bisa datang di timor leste untuk mengurus dokument anda yang hilang sebab undang undang dasar timor leste mengatur bagi warga negara asing bisag memeliki kewarganegaraan timor leste dengan syrat lahir di timor leste atau kurang lebih tinggal 5 tahun di timor leste atau berbahasa portugis dan tetun anda sudah mendapatkan kewarganegaran timor leste

  22. shalom selamat siang,saya tinggal di Dili mulai bulan Juni tahun 1988 s/d bulan Pebruari 1999 tetapi karna saya mempunyai usaha jual koran di Dili (Pertokoan Kolmera) setiap hari Jumat malam setelah keluar kantor saya naik bus malam dan kembali ke Kupang hari minggu. Saya sangat terkesan selalu ingat karna saya menikah di Gereja Katolik di Same dan mempunyai dua orang anak laki-laki yang lahir di Dili dan mempunyai dua orang adik perempuan yang menikah dengan orang Baquia dan Los Palos. Saya harus meninggalkan rumah saya di BTN Tasitolu belakang terminal,tetapi saya bahagia karna saudara saudara saya sekarang juga menjadi Negara Merdeka dan berdiri sendiri,Viva Timor Timur,Allah Tri Tunggal Kudus dan Bunda Maria selalu melindungi dan menyertai….

  23. Dulu tidak ada Indonesia dan juga mungkin tidak ada Timor Leste, di masa depan yang jauh mungkin Indonesia saat ini juga sudah tidak ada lagi, dan mungkin juga Timor Leste pun bisa berubah. Semua menjadi relatif, tetapi tidak dengan kemanusiaan. Dari dulu hingga sekarang nilai-nilai kemanusiaan selalu ada. Orang yang baik selalu dicintai dan dihargai, demikian pula sebaliknya. Saya berharap kita semua memilih untuk menjadi orang baik, dan selalu belajar untuk menjadi lebih baik. Apa yang sudah terjadi baik buruknya, manis dan getirnya pasti akan menimbulkan dampak yang lama sebelum hilang tersapu waktu. Saat ini saya mendo’a kan agar NKRI maupun TL semakin baik semaik maju dan semakin sejahtera. Selamat bekerja !

  24. Emmm…. sy nggak tau juga ya, kok Indonesia di bilang menjajah? Timor Timur itu dulu bukannya one of our provinces? Jadi merupakan bagian, satu keluarga dgn suku2 lainnya. Sy sempat jd penerjemah dokter beda asal Timor Leste, yg kuliah satu di Andalas dan satu lagi di Unpad. Fasih sekali B. Indonesianya dan mereka tdk merasa dijajah katanya. Teman sy jg ada PNS yg dpt tugas di Dili, dr PU, tugasnya membangun berbagain infrastruktur disana. Jadi, agak kaget juga sy baca kata dijajah… kl memang dijajah, buat apa disekolahkan?? trus, sy gak tau benar tidaknya yg mana, apakah NKRI merebut Timor Leste, atau Timor Leste yg dulu minta gabung ke NKRI.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s